Petani Butuh Modal untuk Kembangkan Usaha Sampingan

Senin, 28 Mei 2018 | 17:20 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Sejumlah petani Garut makan bersama calon gubernur Jawa Barat, Tb Hasanuddin di sela-sela deklarasi Serikat Petani Pasundan di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis, 26 April 2018.
Sejumlah petani Garut makan bersama calon gubernur Jawa Barat, Tb Hasanuddin di sela-sela deklarasi Serikat Petani Pasundan di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis, 26 April 2018. (Istimewa/Asni Ovier)

Jakarta - Kesejahteraan para petani di Jawa Barat masih menjadi persoalan kompleks yang dihadapi saat ini. Hasil tani yang kurang menjanjikan, membuat para petani harus memiliki usaha lain agar mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Namun, dalam upaya untuk mengembangkan usaha sampingan itu, para petani masih kesulitan modal. Hal itu yang menjadi perhatian calon gubernur Jawa Barat nomor urut dua, Tb Hasanuddin. Pria yang akrab disapa Kang Hasan itu akan membuka akses permodalan bagi para petani agar bisa membuka usaha tani dari produk turunan yang dihasilkan.

"Petani akan kami berikan akses permodalan untuk berwirausaha demi terwujudnya kemandirian ekonomi petani," ujar Kang Hasan dalam pernyataan di Jakarta, Senin (28/5). Salah satu upaya yang akan dilakukan dalam membantu permodalan petani adalah dengan mengoptimalkan peran koperasi.

"Melalui program Jabar Seubeuh, kami akan mengoptimalkan peran koperasi untuk membantu permodalan bagi para petani agar bisa mengembangkan usaha mereka. Sehingga, para petani bisa mempunyai pegangan, selain mengandalkan hasil tani," ujar dia.

Penekanan itu juga disampaikan Kang Hasan saat menyapa warga Kampung Cipaku, Desa Cibogo, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jabar, Minggu (27/5). "Koperasi akan kami maksimalkan. Jadi, sambil menunggu hasil panen, petani bisa sambil berusaha," katanya.

Mantan anggota Komisi I DPR itu menjelaskan, melalui program Jabar Seubeuh yang digulirkannya, peminjaman modal untuk petani akan diberikan tanpa agunan, baik melalui BUMDes atau Kelompok Tani. Selain itu, para petani juga akan diberikan pelatihan usaha kelompok tani untuk memaksimalkan potensi usaha yang dimiliki.

"Melalui pelatihan tersebut, kami akan menempatkan usaha apa yang cocok untuk petani dan itu sangat bisa dilakukan," tuturnya. Pada kesempatan tersebut, Kang Hasan juga mengajak masyarakat untuk berdialog terkait aspirasi yang ingin diwujudkan di Jawa Barat, baik soal lapangan kerja, pendidikan, hingga masalah pelayanan kesehatan.

Sebelumnya, Kang Hasan juga bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan warga Kampung Belendung, Desa Belendung, Kecamatan Purwadadi, untuk menyampaikan berbagai program yang akan digulirkan bersama pasangannya Anton Charliyan (Kang Anton).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon