Jumlah Pemudik Jalur Darat di Sulteng Diprediksi Menurun
Rabu, 6 Juni 2018 | 12:01 WIB
Palu - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sulawesi Tengah (Sulteng) memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan transportasi darat diperkirakan menurun pada Lebaran 2018 dibandingkan Lebaran 2017.
Ketua Organda Sulteng, H Ramlan mengatakan, penurunan tersebut disebabkan telah beroperasinya beberapa maskapai penerbangan ke sejumlah kabupaten di Sulteng, termasuk ke wilayah yang selama ini mengandalkan transportasi darat, yakni Kabupaten Tojo Unauna dan Kabupaten Morowali. "Jadi masyarakat yang dulunya menggunakan transportasi darat, sekarang beralih naik pesawat," ujar Ramlan, Rabu (6/6).
Meski harga tiket lebih mahal dia mengatakan, masyarakat lebih memilih angkutan udara karena waktu tempuh lebih cepat.
Menurut dia, saat ini jumlah armada angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar-provinsi (AKAP) yang beroperasi untuk melayani rute ke berbagai kota, baik dalam provinsi Sulteng maupun luar provinsi memadai. "Jumlah bus AKDP sekitar 165 armada dan AKAP sekitar 90 armada," jelasnya.
Terkait tarif Ramlan menjamin tidak ada kenaikan. "Tarif bus AKAP dan AKDP tetap mengacu pada tarif resmi yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.
Dia mencontohkan, tarif bus AKAP tujuan Palu-Toraja tetap sebesar Rp 280.000 per penumpang
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




