Investor India Berminat Buka Industri Pendukung Pertahanan Nasional

Rabu, 6 Juni 2018 | 21:47 WIB
LO
FH
Penulis: Lona Olavia | Editor: FER
Ilustrasi pameran alutsista.
Ilustrasi pameran alutsista. (ANTARA)

Jakarta - Perusahaan asal India, Manoj Kumar Udhyog (MKU) Pvt Ltd, secara resmi akan membuka investasi di industri pertahanan Indonesia. Investasi ini, dalam rangka mendukung kerja sama bilateral kedua negara, yang salah satunya mengenai pembaruan kerja sama di bidang pertahanan dan produksi sejumlah industri strategis.

"Investasi ini sebagai tindak lanjut dari 9 Kesepakatan yang telah ditanda tangani antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi beberapa waktu lalu. Salah satunya, persetujuan mengenai kerja sama dalam bidang pertahanan," ujar Direktur PT Panorama Graha Teknologi, Aloys Sutarto, yang merupakan representative dari MKU Pvt Ltd di Jakarta, melalui siaran persnya, Rabu (6/6).

MKU adalah sebuah perusahaan pertahanan asal India dan bagian dari GKG Group. Perusahaan ini memproduksi berbagai peralatan perlindungan dan pengawasan untuk personil maupun platform (darat, laut, dan udara) seperti bullet proof jacket, hard armor plate, bullet proof helmet dan shields.

Menurut Sutarto, salah satu keuntungan Indonesia mengenai keberadaan MKU yaitu Indonesia akan memiliki 100 persen produk body armor yang seluruh komponen dan bagiannya adalah hasil buatan dalam negeri dan bukan hanya assembly semata. Selain itu, keberadaan MKU juga akan menyerap tenaga kerja minimum 400 orang.

"Selain untuk kebutuhan nasional, produk kami juga bisa diekspor ke luar negeri baik di tingkat ASEAN maupun negara yang tergabung di Organisasi Konferensi Islam (OKI). Sehingga, bisa meningkatkan pendapatan negara dari ekspor," kata Sutarto.

Pembangunan peralatan industri pertahanan, kata Sutarto, sejalan dengan konsep Nawa Cita yang diusung oleh Presiden Jokowi, yakni tentang Kemandirian Bangsa. "Dengan didirikannya industri pendukung pertahanan di Indonesia, secara langsung akan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana bagi personel pertahanan dan keamanan nasional," tambahnya.

Sutarto mengatakan, saat ini MKU juga telah bekerja sama dengan PT Panorama Graha Teknologi dalam hal pemasaran produknya. "Melalui PT Panorama Graha Teknologi, MKU juga terbuka untuk bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengembangkan produk dan usahanya," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon