Kang Dedi Canangkan Satu Desa, Satu Hafiz Alquran
Jumat, 8 Juni 2018 | 21:36 WIB
Bandung Barat - Calon wakil gubernur Jawa Barat menyiapkan program satu desa satu hafiz Alquran di seluruh Jawa Barat. Program ini tercetus dalam rangka menciptakan generasi qurani di provinsi berjumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut. Program ini dicanangkan Dedi saat menghadiri undangan warga Desa Cipta Gumati, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (7/6) malam.
Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi mengatakan, program ini berlaku khusus bagi anak-anak dan remaja. Hal ini lantaran usia tersebut sangat mudah menerima hafalan Alquran saat bertalaqi atau metode setor hafalan kepada guru. "Mewujudkan satu desa satu hafiz bukan hal yang tidak mungkin. Kuncinya, ada pembinaan dan motivasi sejak dini untuk anak-anak. Mereka diarahkan untuk menghafal Alquran sejak kecil," kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (8/6).
Santri Rais Am PBNU, Kiai Ma’ruf Amin itu memaparkan, seorang hafiz cilik akan dibiayai pendidikannya sampai perguruan tinggi. Dengan apresiasi pemerintah tersebut, Dedi meyakini akan memotivasi anak lain untuk juga menjadi penghafal Alquran. "Syaratnya, kalau sudah menjadi hafiz dan lulus perguruan tinggi, dia harus kembali ke desa dan mengajar Alquran," katanya.
Program ini akan melibatkan kiai kampung. Hal ini lantaran khazanah pengetahuan Islam bukan hanya terdapat pada ulumulquran atau ilmu tentang Alquran. Lebih dari itu, penguasaan kitab kuning yang dimiliki kiai kampung juga sangat dibutuhkan masyarakat Jawa Barat. "Tidak usah kita meragukan kapasitas keilmuan kiai kampung. Apalagi, mereka memiliki adab luhur sehingga bisa ditularkan kepada anak didiknya," jelasnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini mengungkapkan, nantinya para hafiz dan kiai kampung tersebut mendapatkan insentif dari Pemprov Jabar. Insentif ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas kiprah pemberdayaan umat yang mereka lakukan. "Misalnya, insentif bantuan membangun tajug untuk mereka. Kemudian, kita perbaiki tempat mengaji anak-anak di kampung. Atau, bisa juga dalam bentuk pengadaan kitab kuning dan buku penunjang," katanya.
Dalam kesempatan itu, Dedi menyatakan, Jawa Barat harus menjadi provinsi ramah anak. Untuk itu, pendidikan karakter, perlindungan hak anak dan pemenuhan gizi anak akan diimplementasikannya. "Nah, kiai kampung itu juga mendidik karakter anak-anak kita. Mereka bisa belajar tata krama dengan baik. Soal perlindungan anak bisa dikerjasamakan dengan Pemprov Jabar," ujarnya.
Terkait gizi, Dedi mengatakan Pemprov Jabar harus memperhatikan kualitas pangan yang beredar di masyarakat. Melalui gagasan ini, Dedi berharap Jawa Barat bisa memiliki generasi yang selain terbangun jiwanya, juga terbangun raganya. "Insya Allah, sesuai dengan amanat konstitusi, sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa Indonesia," harapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




