Perhatikan Bobot Maksimal Saat Mudik dengan Kendaraan Pribadi

Sabtu, 9 Juni 2018 | 14:14 WIB
H
JS
Penulis: Herman | Editor: JAS
Ilustrasi mudik.
Ilustrasi mudik. (Antara)

Jakarta - Ketika mudik ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi, barang-barang yang dibawa umumnya berlebihan. Padahal, sebuah mobil memiliki kapasitas dan bobot maksimal yang harus diperhatikan.

Pereli nasional yang juga Direktur Utama Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar menyampaikan, suatu benda jika dibebankan secara berlebihan, maka perilaku dari benda tersebut akan berubah. Konsep ini juga berlaku pada mobil. Dalam hal ini, perilaku mobil ketika melakukan pengereman, saat bermanuver, ataupun berinteraksi. Semua berbeda karena akan menjadi lebih lambat dan limbung.

"Dalam perjalanan dan setelah melalui berbagai situasi dan kondisi jalanan, Anda baru akan menyadari jika karakter mobil Anda berbeda dengan yang biasa Anda gunakan ke kantor dalam keseharian. Inilah yang akan terjadi jika kita mudik dengan kapasitas bobot maksimal di kendaraan. Anda akan berpikir agility atau standar kelincahan dari mobil Anda berbeda," kata Rifat Sungkar dalam keterangan resmi, Sabtu (9/6).

Untuk bisa memaksimalkan segala unsur keselamatan dan menghindari bahaya-bahaya yang dapat terjadi, tentunya diperlukan persiapan. Rifat menyampaikan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kondisi brake pad. Apalagi untuk mobil yang sudah berusia dua atau tiga tahun karena biasanya kondisi brake pad-nya sudah overheat dan mulai habis.

Perhatikan juga kampas rem dan ban mobil. Sebab ketika mobil membawa beban yang berlebih, ban tidak akan bisa memberikan performa maksimal. "Ban itu berisi angin dan memiliki tingkat elastisitas yang berbeda-beda. Wajib diperhatikan tekanan anginnya, sehingga dengan bobot yang maksimal, setidaknya akan mendekati performa terbaik dari ban tersebut dengan tekanan angin yang direkomendasikan," ujar Rifat.

Persiapan lain yang bisa dilakukan adalah terkait kesiapan diri sebagai pengemudi. Anda harus memahami atau mengantisipasi beberapa standar, seperti cara mengeluarkan dongkrak, di mana lokasi penyimpanan tongkat dongkrak, posisi jacking point (titik pendongkrakan), hingga cara menurunkan ban serep.

"Ini semua setidaknya harus dikuasai oleh para pemudik, terutama pengemudi. Luangkan waktu satu atau dua jam di rumah sebelum berangkat untuk mempelajari agar Anda dapat mengantisipasi jika sesuatu terjadi di perjalanan. Apalagi dengan barang yang banyak, Anda sudah harus berpikir bagaimana nanti ketika terpaksa harus ganti ban, kemudian barang yang banyak itu harus diletakkan di mana, Anda harus mengevakuasi penumpang ke mana, lalu permukaan jalan seperti apa yang aman untuk mendongkrak," tutur Rifat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon