Sahur on The Road di Kebayoran Baru Tewaskan Seorang Pemuda
Sabtu, 9 Juni 2018 | 16:46 WIB
Jakarta - Seorang pemuda atas nama Pedro Leonardo Pamanda (20), meninggal dunia setelah diserang sekelompok orang saat kegiatan Sahur on The Road (SOTR), di dekat SMPN 19 Jalan Kerinci Raya, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sementara, satu orang kawannya mengalami luka-luka.
Kepala Bidang Hubungan Masyrakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisia Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.
"Telah terjadi penganiayaan terhadap peserta Sahur on The Road yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ujar Argo, Sabtu (9/6).
Dikatakan, korban atas nama Pedro Leonardo Pamanda, pelajar (baru lulus SMAN 29 Jakarta), warga Komplek Kostrad, Kebayoran Lama. Dia mengalami luka bacok senjata tajam di punggung kanan tembus paru-paru hingga meninggal dunia.
"Korban kedua bernama Muhamad Biqi Afath (pelajar baru lulus SMAN 29 Jakarta), alamat Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mengalami luka pada punggung, dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina," ungkapnya.
Ia menyampaikan, kronologi kejadian bermula ketika rombongan SMAN 29 Jakarta, sekitar 60 orang, melakukan SOTR dengan rute dari sekolah ke Velbag dan Kemang. Ketika di Kemang, mereka sempat bentrok dengan kelompok SOTR lainnya.
"Kemudian setelah selesai membagikan makanan, bermaksud pulang ke sekolah. Namun, sampai di Jalan Kerinci di dekat SMPN 19, berhenti untuk makan sahur. Tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang, sekitar 40 motor. Setelah menyerang rombongan pelaku langsung kabur," katanya.
Ia menegaskan, pelaksanaan SOTR yang dilakukan anak-anak muda telah menyimpang dari tujuan karena sering terjadi bentrokan antar-peserta SOTR lain. "Selain itu, juga banyak melakukan hal-hal yang negatif seperti aksi vandalisme," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




