Kalbar Butuh Terobosan di Sektor Pertanian
Sabtu, 9 Juni 2018 | 21:59 WIB
Pontianak - Sektor pertanian harus mendapat perhatian yang lebih dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada masa mendatang. Namun, diperlukan terobosan, terutama dalam mekanisasi pertanian. Hal ini sudah masuk menjadi program prioritas calon gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa.
"Pertanian yang dikelola secara tradisional dengan sistem yang lebih modern tentu saja hasilnya akan jauh berbeda. Apalagi, jika menerapkan mekanisasi pertanian," kata Karolin di Pontianak, Sabtu (9/6). Dikatakan, mekanisasi pertanian merupakan suatu ilmu tentang penggunaan alat dan mesin untuk aktivitas pertanian (alsintan).
Alat dan mesin pertanian ini digerakkan baik dengan tenaga manusia, tenaga hewan, tenaga motor maupun tenaga mekanis lainnya. "Di negara berkembang, pengembangan sektor pertanian, terutama penerapan mekanisasi pertanian, sudah lama diterapkan. Di Indonesia juga sudah memulai. Tinggal yang kita inginkan, ada pemahaman yang merata di setiap petani," ujar dia.
Hal itu yang membuat Karolin memberikan perhatian lebih terhadap kemajuan sektor pertanian di Kalbar. Menurut dia, pertanian merupakan salah satu dari tujuh program prioritas yang akan dijalankan saat dipercayakan masyarakat Kalbar untuk memimpin Kalbar. Makanya, salah satu upaya untuk meningkatkan potensi pertanian tersebut adalah dengan mekanisasi pertanian.
"Guna mendorong mekanisasi pertanian berjalan dengan baik ke depan, saya siap memperjuangkan petani-petani Kalbar untuk bisa mendapatkan alat dan mesin pertanian, baik itu dari bantuan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat," tandas dia.
Karolin mengaku telah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah untuk sektor pertanian dengan komoditi yang cocok. Misalnya, di Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Karolin melihat daerah ini sangat potensial sebagai daerah penghasil sayur di Kalimantan Barat.
"Sangat mungkin Terentang itu menjadi sentra pertanian sayur. Saya siap mengembangkan daerah ini sebagai daerah penghasil sayur di Kalbar," tutur dia. Menurut dia, harus ada pendampingan secara berkelanjutan terhadap petani agar bisa menghasilkan sayur yang berkualitas. Karena itu, penggarapan lahan diakukan dengan mekanisme pertanian yang baik, dia yakin produksi akan lebih maksimal.
"Selama ini, 70 persen sayur mayur yang beredar di Kubu Raya dan Pontianak berasal dari Terentang. Untuk itu, sudah sepatutnya jika pengembangan lahan pertanian yang ada, sebagai lahan penanaman sayur-mayur," tutur dia.
Dengan melihat besarnya potensi pertanian sayur-mayur yang ada di Kecamatan Terentang, dia berpendapat bahwa sektor ini dapat menjadi program unggulan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. "Selain sayur mayur, pertanian dan perkebunan juga akan menjadi program utama untuk Kecamatan Terentang di dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga. Tentunya ini yang akan kita dorong dan kita tingkatkan sarana infrastruktur yang ada untuk menopang potensi itu," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




