Pendatang Baru di DKI Diprediksikan Naik Dua Persen
Senin, 11 Juni 2018 | 12:39 WIB
Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memprediksikan jumlah pendatang baru ke Jakarta akan mengalami peningkatan sekitar dua persen dibanding jumlah pendatang baru pada tahun 2017.
Artinya, bila jumlah pendatang baru di tahun lalu mencapai 70.752 orang, maka dengan prediksi kenaikan dua persen tersebut, akan terjadi penambahan pendatang baru di tahun ini sekitar 1.415 orang. Atau diprediksikan total jumlah pendatang baru di Jakarta tahun ini akan mencapai sekitar 72.167 orang.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI, Edison Sianturi, mengatakan pertambahan jumlah pendatang baru tahun ini pasti terjadi. Karena ada dua faktor, selain adanya dampak dari arus mudik dan arus balik Lebaran 2018, juga faktor dimulainya tahun ajaran baru di dunia pendidikan.
"Naik sekitar dua persen. Kalau dilihat dari sisi seusai Hari Raya Idulfitri kan, ada tahun ajaran baru. Jadi itu kan bisa saja terjadi. Apalagi kalau kita lihat dari kondisi sekolah yang banyak di Jakarta, sehingga banyak pilihan. Jadi setiap tahun ajaran baru, dari daerah selalu banyak datang ke Jakarta untuk bersekolah," kata Edison kepada Beritasatu.com, Senin (11/6).
Ditegaskannya, Kota Jakarta bukan kota yang tertutup bagi warga daerah lain yang ingin datang ke Jakarta. Apalagi ingin mengubah nasib dengan mencari pekerjaan yang lebih baik atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Mereka kan rakyat dan bangsa Indonesia juga. Jadi tidak bisa dilarang datang ke Jakarta. Jangan membuat mereka menjadi sebuah persoalan," ujarnya.
Namun, lanjutnya, kami imbau pendatang baru yang datang ke Jakarta harus memiliki keterampilan dan keahlian bekerja yang sesuai kebutuhan di Kota Jakarta. Selain itu, mereka harus membawa KTP, BPJS, surat keterangan jalan, dan surat pindah.
"Dan jangan tinggal di tempat yang bukan permukiman. Tidak boleh tinggal di pinggiran rel kereta api, kali dan tidak boleh di taman kota," terangnya.
Edison menerangkan, berdasarkan data yang dimilikinya, sejak 2013 tren pendatang baru memang terus meningkat. Tahun 2012 adalah titik terendah arus urbanisasi ke Jakarta, yakni hanya 47.832 jiwa. Pada 2013 meningkat jadi 54.757 jiwa. Lalu naik lagi jadi 68.537 jiwa di 2014.
Selanjutnya 2015 menjadi puncak urbanisasi untuk hitungan lima tahun (2012-2016), yakni terdapat 70.504 kaum urban di Jakarta.
Penurunan baru terjadi tahun 2016, tercatat 68.763 orang baru datang ke Jakarta usai Lebaran. Dan meningkat lagi pada tahun 2017 sebanyak 70.752 orang.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan seusai Lebaran, pihaknya akan mendata pendatang baru.
"Jadi sesudah nanti pulang, arus balik muncul, nanti kami pastikan ada pendataan penduduk yang benar. Semua ikuti aturan yang ada," kata Anies.
Ditegaskannya, ia tidak melarang siapapun, khususnya pendatang baru yang ingin bertaruh nasib di Jakarta. Namun ia mengatakan, para pendatang baru nantinya haruslah taat dan patuh pada ketentuan hukum yang ada di Jakarta.
"Yang penting adalah ketentuan hukum dan ketentuan aturan kependudukan dan catatan sipil ditaati," ujarnya.
Data Jumlah Pendatang Baru di DKI Jakarta:
2017 70.752 orang
2016 68.763 orang
2015 70.504 orang
2014 68.537 orang
2013 54.757 orang
2012 47.832 orang
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




