Pilgub Jawa Timur
Ini Alasan Mendukung Gus Ipul-Puti
Kamis, 21 Juni 2018 | 12:57 WIB
Surabaya - Banyak orang memilih Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Puti) karena beberapa alasan penting. Ada yang bersandar dawuh ulama atau kiai. Ada pula yang salat istikharah untuk mendapat petunjuk kebenaran.
"Saya ini santrinya para ulama. Kalau para ulama memutuskan Gus Ipul, saya ikut. Saya dukung," kata Mayjen TNI (Pur) H Imam Utomo, gubernur Jawa Timur 1998–2008, di depan ribuan kiai, bu nyai, dan ustaz dalam forum "Silaturahim Masyayikh dan Pengasuh Pondok Pesantren Se-Jawa Timur" di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, beberapa waktu lalu.
Imam Utomo adalah tokoh penting Jawa Timur. Dia pernah menjabat panglima Kodam (Pangdam) V Brawijaya. Sejak berhenti dari gubernur, Imam jarang muncul ke publik. Namun siang itu, dia hadir di depan para ulama.
"Gus Ipul sudah matang belajar soal Jawa Timur. Dua kali menjadi wakil gubernur. Sudah waktunya menjadi gubernur," tuturnya.
"Gus Ipul itu sabar luar biasa. Kalau tidak tahan, Gus Ipul datang ke pondok, menangis di depan kiai," katanya.
Imam memberikan semangat kepada calon gubernur Saifullah Yusuf yang duduk di dekatnya, sementara di tempat duduk perempuan, hadir calon wakil gubernur (cawagub) Puti Guntur Soekarno.
Imam juga memandang Puti Guntur Soekarno, cucu Bung Karno, sebagai figur yang tepat mendampingi Gus Ipul. Dia mengikuti berita-berita di media massa tentang aktifnya Puti Guntur menjelajahi Jawa Timur.
"Itu pendekatan yang bagus," tutur Imam.
Di Pilgub Jawa Timur, Gus Ipul-Puti mendapat nomor urut 2. Perjodohan itu juga karena pertimbangan para ulama. Di Lirboyo Kediri, juru bicara para ulama, KH Anwar Iskandar, menyampaikan bahwa keputusan para kiai yang mencalonkan Gus Ipul sudah bulat.
"Gus Ipul asli Nahdlatul Ulama (NU). Keluarga NU. Pandai mengaji. Juga cicit pendiri NU (alm KH Bisri Syansuri). Kami ingin Jawa Timur dipimpin gubernur dari NU," kata KH Anwar.
Karena diputuskan untuk bekerja sama dengan PDI Perjuangan, KH Anwar menyatakan posisi calon wakil gubernur diserahkan kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) kemudian menugaskan Mbak Puti Guntur Soekarno, cucu Bung Karno, pendiri negara ini," kata KH Anwar.
Seperti keinginan Mega, para ulama juga menyepakati Pilgub Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara kaum Nahdliyin dengan kaum nasionalis.
"Karena itu, Ibu Megawati sejak awal menyetujui Gus Ipul sebagai calon gubernur. PDIP memasangkan dengan Mbak Puti, kader kami," kata Ahmad Basarah, wakil sekretaris jenderal (wasekjen) DPP PDIP.
Pesan Kiai As’ad
Bagi masyarakat Jawa Timur yang memiliki hubungan dekat dengan kultur dan organisasi keagamaan NU, pernyataan atau dawuh para kiai menjadi obor penerang dalam mengambil pilihan.
"Ikut kiai hingga mati. Ikut kiai dunia-akhirat." Demikian suara yang dicetuskan para santri di berbagai pondok pesantren.
Popularitas Gus Ipul juga luar biasa di kalangan pesantren dan masyarakat umum. Fakta ini diuji dan didapati sendiri oleh cawagub Puti Guntur Soekarno setiap kali bersilaturahmi ke pondok-pondok pesantren.
"Apakah para santri tahu Gus Ipul?" tanya Puti di Pondok Pesantren Al Barokah Bondowoso. "Tahuuuuu," jawab santri dan santriwati serentak.
Saat Puti Guntur berkunjung ke Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, KH Nurul Huda Djazuli menyampaikan kepada ribuan santri dan santriwati,"Tolong sampaikan ya pada orangtua kalian bahwa pilihan para kiai adalah Gus Ipul-Mbak Puti."
Namun, ada juga yang mencari jawaban sendiri. Misalnya KH Qusyairi Zaini, pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Huda, Sumenep. Karena gamang, dia menempuh jalan spiritual untuk mendapat petunjuk suci. Dia beberapa kali melakukan salat Istikharah. Upaya itu berhasil. Kiai Qusyairi mendapat isyarat melalui mimpi. Di sebuah gunung, dia bertemu sosok yang menaiki kuda. Setelah dekat, barulah dia tahu, sosok itu Gus Ipul bersama banyak orang di belakangnya.
"Saya pikir saat itu hanya kebetulan. Saya lalu melakukan istikharah lagi," katanya.
Di mimpi berikutnya, ternyata yang datang ayahnya sendiri yang telah wafat, KH Muhammad Zaini Muntaha. Mendiang ayahnya memberikan kertas."Nak, pulanglah dan baca kertas itu," kata ayahnya. Sesampai di rumah, dia membuka kertas itu dan kaget. "Ternyata gambarnya Gus Ipul," kata Kiai Qusyairi. Sejak saat itu dia mantap memilih Gus Ipul.
Ibu Nyai Hj Makkiyah As’ad, putri sulung (alm) KH As’ad Syamsul Arifin, ulama besar dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo juga memilih Gus Ipul-Puti Guntur karena pesan ayahnya sebelum meninggal pada 4 Agustus 1990. Saat dikunjungi Puti Guntur beberapa hari lalu, dia bercerita mendiang KH As’ad menginginkan suatu saat kelak Jawa Timur dipimpin gubernur dari NU.
"Kata Kiai As’ad, gubernur Jawa Timur harus dari keluarga pendiri NU, yang ikut memerdekakan Indonesia. Saya bangga, Gus Ipul malah didampingi Mbak Puti, cucu Bung Karno, pejuang dan pendiri bangsa ini," kata Bu Nyai Makkiyah.
Dia menyebut, Gus Ipul adalah cicit KH Bisri Syansuri, salah seorang pendiri NU. Kiai Bisri adalah ulama besar, serta perjuangannya panjang untuk umat dan bangsa Indonesia. Kiai Bisri pernah menjadi rais aam PBNU. Atas sikap keluarga itu, adik iparnya, Ibu Nyai Djuwairiyah Fawaid (istri almarhum KH Fawaid As’ad) berjuang untuk menyatukan suara umat di tapal kuda untuk mendukung Gus Ipul-Puti.
"Insyaallah menang," kata Bu Nyai Djuwairiyah.
Sepaket dengan Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah ikon. Ia kader PDI Perjuangan (PDIP). Dan, di Pilgub Jawa Timur, PDIP mencalonkan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. Kandidat nomor 2 itu satu garis lurus dengan Jokowi.
Awal Maret lalu, Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah mengumumkan kepada publik mengenai sikap politik pribadi Jokowi yang mendukung calon gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan calon wakil gubernur Puti Guntur Soekarno.
"Pak Jokowi adalah kader PDI Perjuangan. Pak Jokowi mendukung keputusan PDIP yang mencalonkan Gus Ipul-Mbak Puti. Teristimewa, Mbak Puti adalah cucu Bung Karno, Sang Proklamator yang sangat dihormati Pak Jokowi," kata Basarah, pada awal Maret 2018 di Surabaya.
Hal itu disampaikan setelah Rapat Kerja Nasional III PDIP, 23 Februari 2018, di Bali. Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengumumkan bahwa partainya mencalonkan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019. Di forum rakernas itu pula Puti Guntur bertemu Jokowi.
"Seribu persen, Pak Jokowi mendukung Gus Ipul-Mbak Puti, bukan yang lain," kata Basarah, ketua tim internal PDIP.
Sikap itu disambut hangat organisasi-organisasi relawan Jokowi di Jawa Timur. Misalnya, Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi Jember telah lebih dahulu menyatakan pilihan. "Kami yakin, Gus Ipul-Puti akan hadir di tengah kesulitan masyarakat, seperti Pak Jokowi," kata Sapto Raharjanto, ketua Seknas Jokowi Jember pada pertengahan Februari 2018.
Keinginan Jokowi membangun dari pinggiran, diharapkan juga diterapkan di Jawa Timur. Ketimpangan antar-wilayah harus diatasi. Seknas Jokowi melihat program penambahan Rp 1 triliun untuk Madura, kemudian program Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Jalur Selatan, dan pengembangan 1.000 desa wisata, adalah contoh upaya Gus Ipul-Puti untuk mengatasi kesenjangan wilayah, serta disparitas sosial dan ekonomi.
Gus Ipul-Puti juga tegas dan jelas menyatakan akan memperkuat program Nawacita Presiden Jokowi di Jawa Timur. "Kami juga akan berkampanye untuk kemenangan Pak Jokowi dalam Pilpres 2019. Kita ingin pemerintahan Pak Jokowi dilanjutkan lima tahun berikutnya," kata Puti.
Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan sosialisasi Jokowi sebagai calon presiden 2019 dan kampanye Gus Ipul-Puti dalam Pilgub Jawa Timur 2018 harus digarap dalam satu paket gerakan. "Kampanye Gus Ipul-Mbak Puti harus satu tarikan nafas dengan sosialisasi Jokowi presiden dua periode," kata Basarah.
Dengan demikian, jika warga memilih pasangan nomor 2 (Gus Ipul-Puti) dalam Pilgub Jatim, berarti akan memperkuat terpilihnya kembali Jokowi sebagai presiden.
Apalagi, Puti Guntur Soekarno dalam berbagai kampanye di internal PDIP menegaskan bahwa kemenangan di Pilgub Jawa Timur, pilkada kabupaten dan kota, adalah fondasi untuk memenangkan PDIP dalam pemilu legislatif dan pemenangan Jokowi dalam Pilpres 2019.
"Kita perkuat fondasi pemenangan Pak Jokowi di 2019," kata Puti Guntur dalam rapat kerja PDIP di Bondowoso, beberapa waktu lalu.

Saifullah Yusuf, Puti Guntur Soekarno, Tri Rismaharini, dan Megawati Soekarnoputri.
Dukungan juga diberikan relawan Pro-Jokowi (Projo) di Tuban, Rabu 21 Maret 2018.
"Kami yakin kalau Gus Ipul-Mbak Puti terpilih maka kesejahteraan rakyat akan diperhatikan," kata Suhandoyo, ketua Projo Jawa Timur.
Projo memandang Gus Ipul-Puti Guntur memiliki orientasi kebijakan seperti Jokowi, yakni terarah pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa, melindungi NKRI, serta menjaga kebinekaan Indonesia. Projo akan berkontribusi aktif agar Gus Ipul-Puti Guntur dapat menang 60 persen di Jawa Timur.
"Khusus untuk Tuban, saya kira bisa menang di angka 70 persen," kata Suhandoyo.
Sedikitnya 10 organisasi relawan Jokowi lainnya juga menyatakan sikap yang sama. Deklarasi itu juga dihadiri Gus Ipul.
Bagi relawan-relawan Jokowi, Gus Ipul-Puti Guntur, selain memiliki rekam jejak pengalaman di pemerintahan, keduanya juga merupakan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan nasionalis-marhaen. Kedua kultur itu hidup kuat di Jawa Timur.
"Semangat Nawacita, seperti membangun dari pinggiran itulah yang akan saya kerjakan bersama Mbak Puti jika terpilih nanti," kata Gus Ipul, baru-baru ini.
Relawan Kartini Perindo juga menjatuhkan pilihan pada Gus Ipul-Puti Guntur setelah mendapat instruksi Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Di pusat, Partai Perindo telah menunjukkan sikap merapat pada Presiden Jokowi.
"Kartini Perindo mempunyai ribuan anggota di Jawa Timur. Kami bergabung memenangkan Gus Ipul dan Mbak Puti dalam Pilkada 2018," kata Lina Rosita, ketua Kartini Perindo Jawa Timur.
Haryadi, pengamat politik dari FISIP Universitas Airlangga menilai Jokowi adalah figur yang memiliki magnet elektoral tinggi. Terlebih, Jokowi dan Puti Guntur Soekarno sama-sama kader PDIP. Partai politik ini tempat lahir, tumbuh, dan berkembangnya Jokowi dan Puti Guntur.
"Sebagai kader PDIP, pasti Pak Jokowi mendukung Gus Ipul-Mbak Puti yang diajukan PDIP. Terlebih Mbak Puti, cucu Bung Karno. Gus Ipul-Mbak Puti juga tegas akan mengamankan Nawacita di Jawa Timur, juga akan berkampanye untuk Pak Jokowi pada Pilpres 2019 di provinsi ini," kata Haryadi.
Pengamat politik lain dari FISIP Universitas Airlangga, Novri Susan, juga melihat magnet Jokowi di Pilgub Jawa Timur. "Dukungan Pak Jokowi akan menjadi rujukan politik bagi masyarakat. Terlebih Gus Ipul-Mbak Puti juga memastikan akan berkampanye untuk Pak Jokowi dalam Pilpres 2019 dan mendukung Nawacita," kata Novri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




