Aman Abdurrahman Siap Dengarkan Vonis
Jumat, 22 Juni 2018 | 10:56 WIB
Jakarta - Terdakwa Oman Rochman alias Abu Sulaiman alias Aman Abdurrahman, terlihat tenang ketika masuk ke dalam ruang sidang utama Prof H Oemar Seno Adji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia mengaku siap mendengarkan vonis terkait kasus tindak pidana terorisme.
Hal itu dikatakan penasihat hukumnya Asludin Hatjani sebelum sidang vonis dimulai.
"Biasa saja, tidak ada persiapan khusus untuk itu. Baik pengacara dan ustaz Oman sendiri siap mendengarkan vonis," ujar Asludin, Jumat (22/6).
Dikatakan, kliennya membantah terlibat dalam serangkaian kasus teror, termasuk kasum bom Thamrin. Namun, Aman siap apabila dihukum karena percaya khilafah
"Yang jelas beliau tidak terima terlibat dalam kasus bom Thamrin dan lain-lain. Kalau dihukum karena percaya khilafah dan menyuruh orang ke Suriah berjuang membantu khilafah beliau mengakui," ungkapnya.
Ia menyampaikan, tim penasihat hukum belum memikirkan apakah akan banding terhadap putusan majelis hakim nanti. Pihaknya, akan mendengarkan lebih dahulu vonis yang dijatuhkan.
Pada persidangan sebelumnya, terdakwa Aman juga telah menyatakan siap dihukum mati terkait pandangannya tentang khilafah atau syirik demokrasi. Namun, dia menolak dikaitkan dengan peristiwa teror Gereja Oikumene di Samarinda, kasus bom Thamrin Jakarta Pusat dan kasus bom Kampung Melayu Jakarta Timur.
Diketahui, tim jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa Aman Abdurrahman terkait kasus terorisme dengan hukuman mati.
Pentolan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) itu diduga melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagai dakwaan kesatu primer. Sementara dakwaan kedua primer melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
Aman diduga sebagai aktor di balik pengeboman di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tahun 2016 lalu. Selain itu, dia juga diduga terlibat kasus teror bom Gereja Oikumene di Samarinda tahun 2016, bom Kampung Melayu Jakarta Timur tahun 2017, serta dua penyerangan terhadap polisi di Medan dan Bima tahun 2017.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




