Pelindo Bengkulu Siapkan Lahan 15 Ha untuk Pabrik Minyak Goreng

Selasa, 3 Juli 2018 | 09:32 WIB
U
JS
Penulis: Usmin | Editor: JAS
PT Pelindo II (Persero) melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Terminal Curah Cair di kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, Kamis (21/12).
PT Pelindo II (Persero) melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Terminal Curah Cair di kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, Kamis (21/12). (Istimewa)

Bengkulu - PT Pelindo II Cabang Bengkulu, telah menyiapkan lahan seluas 15 hektare di sekitar Pelabuhan Pulau Baai, untuk lokasi pembangunan pabrik minyak goreng.

"Kami sudah menyiapkan lahan untuk pabrik minyak goreng seluas 15 hektare di kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Lahan ini disiapkan sesuai hasil kerja sama PT Pelindo Bengkulu dengan investor asal India yang akan membangun pabrik minyak goreng," kata General Manager PT Pelindo II Cabang Bengkulu, Ambaryadi kepada Suara Pembaruan, di sela-sela acara halalbi halal yang digelar Pelindo setempat, Senin (2/7).

Ia mengatakan, sesuai rencana investor India pada tahun 2018 ini, akan membangun pabrik minyak goreng di lahan milik PT Pelindo Cabang Bengkulu, di kawasan Pelabuhan Pulau Baai.

Hal ini dilakukan selain investor India tidak sulit mendapatkan lahan lokasi pabrik juga memudahkan pengapalan minyak goreng yang diproduksi untuk dipasarkan ke luar Bengkulu.

Sebab, minyak goreng yang diproduksi nanti selain dijual untuk kebutuhan masyarakat Bengkulu juga akan dipasarkan ke daerah lain di Tanah Air. "Karena itu, investor India memilih lokasi pabrik minyak goreng yang akan mereka bangun di kawasan pelabuhan Pulau Baai," ujarnya.

Selain itu, di sekitar Pelabuhan Pulau Baai, telah dibangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), sehingga kebutuhan daya listrik untuk minyak goreng tersebut, dapat diatasi dengan baik.

"PLTU Pulau Baai diperkirakan beroperasi pada 2019 mendatang, sehingga kebutuhan listrik pabrik minyak goreng yang berada di kawasan Pulau Baai, dapat diatasi dengan baik," ujarnya.

Ambar menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan membangun terminal curah cair dan padat di kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, karena pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang akan memanfaatkan terminal curah cair dan padat tersebut.

"Jadi, terminal curah cair dan padat yang kita bangun, setelah selesai dikerjakan langsung dimanfaatkan karena pengusaha yang akan menggunakan terminal tersebut, sudah ada," ujarnya.

Terkait kedalaman Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, Ambaryadi mengatakan, saat ini kedalaman alur pelabuhan Pulau Baai hanya 5,6 meter. Akibatnya, kapal besar diatas 60.000 ton tidak bisa masuk ke Bengkulu.

"Sekarang alur Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu hanya 5,6 meter, sehingga hanya kapal tongkang bisa merapat ke dermaga. Sedangkan kapal besar dengan bobot mati 60.000 ton untuk sementara ini tidak bisa masuk ke Bengkulu," ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya telah melakukan penggerukan alur Pelabuhan Pulau Baai hingga kedalaman 10 meter, sehingga kapal berbobot mati 60.000 ton bisa masuk ke dermaga pelabuhan dengan baik tanpa menggunakan kapal pemandu.

"Target kita mengeruk alur pelabuhan Pulau Baai hingga kedalaman minus 10 meter, agar kapal besar ukuran 60.000 ton bebas keluar masuk Bengkulu, di masa mendatang, sehingga geliat ekonomi daerah ini akan maju dan berkembang ke depan," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon