Kapolda Metro Jaya Perintahkan Tembak Jambret yang Melawan

Selasa, 3 Juli 2018 | 16:53 WIB
BM
YD
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: YUD
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis didampingi Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Reza Arief dan jajaran memberikan santunan kepada yatim piatu dan fakir miskin di Masjid Babah Alun, Kamis pagi, 7 Juni 2018.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis didampingi Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Reza Arief dan jajaran memberikan santunan kepada yatim piatu dan fakir miskin di Masjid Babah Alun, Kamis pagi, 7 Juni 2018. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis, memerintahkan anggotanya menggelar operasi dan melakukan penangkapan untuk mengantisipasi kejahatan jambret dan begal yang marak terjadi belakangan ini. Beri tindakan tegas terukur -tembak di tempat- apabila pelaku melakukan perlawanan pada saat penangkapan.

"Bapak Kapolda menyampaikan kepada jajaran berkaitan kejahatan jambret dan begal akan dibuat operasi kewilayahan. Nanti di bawah Biro Operasi yang akan mengendalikan, berlaku mulai nanti malam," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (3/7).

Dikatakan, Kapolda memerintahkan Polres dan Polsek jajaran untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku jambret serta begal.

"Perintahnya adalah melakukan penangkapan terhadap begal dan jambret. Dan, seandainya ada perlawanan, perintah bapak Kapolda lakukan tindakan tegas dan terukur (tembak). Ini nggak bisa ditawar-tawar, kalau melakukan perlawanan kepada petugas. Nanti di bawah Biro Operasi, semua Polres akan lakukan kegiatan," ungkapnya.

Ia menyampaikan, ada beberapa peristiwa penjambretan yang menyebabkan korban terluka dan meninggal dunia, di Ibu Kota Jakarta. Semisal, kasus jambret yang menimpa Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanudin, ketika bersepeda ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu (24/6) lalu. Korban terjatuh hingga mengalami luka-luka di bagian rusuk saat pelaku merampas tas pinggang berisi telepon genggam milik korban.

Usai melakukan penyelidikan, dua bandit berinisial F dan A dibekuk, di kawasan Jakarta Utara, Jumat (29/6). Tersangka F yang merupakan penjahat kambuhan atau residivis, ditembak hingga meninggal dunia karena melawan pada saat penangkapan. Keduanya merupakan anggota sindikat besar pelaku penjambretan yang bermarkas di sebuah tempat bernama Tenda Oranye, di kawasan Teluk Gong.

Kemudian, Seorang perempuan berinisial W (37), penumpang ojek online, meninggal dunia setelah terjatuh dari atas sepeda motor ketika tasnya dijambret bandit jalanan, di depan Kantor Gudang Garam, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (1/7) kemarin. Pelakunya masih dalam penyelidikan polisi.

"Berkaitan jambret di Cempaka Putih, kami prihatin dengan kejadian tersebut. Dari tim Polres Jakarta Pusat dipantau Polda Metro sedang melakukan penyelidikan siapa yang melakukan kegiatan jambret tersebut. Kita masih lidik untuk kasus ini," katanya.

Ia menuturkan, kegiatan operasi ini merupakan kegiatan operasi wilayah rutin yang ditingkatkan. Jumlah personel, sasaran dan waktunya ditentukan Biro Operasi Polda Metro Jaya dan wilayah masing-masing sesuai dengan analisa.

"Kemudian kita mengharapkan disiplin pengendara di dalam mengendarai kendaraan. Contohnya, misalnya tidak menggunakan handphone, penempatan tas diamankan betul. Jangan sampai kita memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon