Rambu Perluasan Ganjil-Genap Terpasang Akhir Juli
Kamis, 5 Juli 2018 | 10:22 WIB
Jakarta - Wakadishub DKI Sigit Widjatmoko mengakui masih minimnya rambu perluasan ganjil-genap di masa uji coba ini, karena pemasangan rambu secara lengkap masih berproses. Dirinya memperkirakan di akhir Juli 2018 ini rambu-rambu baru bakal terpasang lengkap.
"Rambu sedang proses. Target akhir Juli terpasang," kata Sigit, di Jakarta, Kamis (5/7).
Pihaknya belum bisa memastikan di awal uji coba ganjil-genap berapa persentase lonjakan penumpang kendaraan umum dan berapa persen berkurangnya volume kendaraan pribadi di ruas jalan yang diterapkan perluasan. Alasannya, evaluasi secara menyeluruh baru dilakukan Jumat (6/7).
Selama masa uji coba, lanjut Sigit, pihaknya berupaya menyediakan akses angkutan umum yang memadai. Sedangkan di masa penerapannya, Agustus 2018, saat perhelatan Asian Games, menjadi momentum mengedukasi masyarakat.
"Kalau diterima dan jadi gerakan masyarakat dengan data yang terukur jelas, saya rasa kebijakan selanjutnya nanti bisa diambil," katanya.
Gubernur DKI Anies Baswedan mengingatkan tujuan penerapan perluasan ganjil-genap selain untuk rekayasa lalu-lintas memudahkan atlet atau ofisial menuju venue juga untuk menekan polusi udara DKI.
Hal itu sesuai dengan rekomendasi dari Komite Olimpiade Indonesia. Inisiatifnya pun bukan berasal dari Pemprov DKI semata. Dia juga mengingatkan perluasan ganjil-genap juga diterapkan saat Olimpiade di Beijing tahun 2008 bahkan Korsel saat menghelat Piala Dunia 2002.
Sekalipun begitu, Anies membenarkan, Asian Games merupakan momentum bagi DKI membenahi lalu-lintas agar lebih efisien sekaligus mengoptimalkan angkutan umum massal.
"Saya juga berharap dengan adanya ini, terutama di tempat-tempat yang dekat dengan pelaksaan Asian Games di Jakarta, ada delapan lokasi, mudah-mudahan bisa mengurangi juga kepadatan lalu lintas, yang akan menbuat atlet lebih nyaman di dalam mereka bergerak dari satu tempat ke tempat lain," bebernya.
Sekretaris Komisi B Darussalam meminta Pemprov DKI untuk memermanenkan kebijakan itu agar tidak hanya diterapkan saat Asian Games saja. Sebab DKI ke depan, diproyeksikan menjadi kota dengan ketersediaan angkutan umum massal yang mumpuni.
"Langkah perluasan ganjil-genap untuk menekan kemacetan selama Asian Games dan menekan jumlah oktan agar kualitas udara kita lebih baik. Maka sebaiknya dipermanenkan saja karena DKI ingin lalu lintasnya tidak padat dan udaranya bagus," kata Darussalam.
Darussalam menilai, penyelenggaraan pesta olah raga terbesar di Asia bisa dijadikan momentum untuk menetapkan kebijakan manajemen transportasi yang baru di DKI. Terlebih sekarang ini ada pengerjaan MRT dan LRT yang diharapkan bisa menjadi primadona transportasi massal untuk publik.
"Tanpa adanya pembatasan tidak mungkin lalu lintas di DKI menjadi lancar. Saya lihat sekarang ini pengguna angkutan umum masih kalangan menengah ke bawah. Sekarang tinggal Pemprov DKI bagaimana menyediakan transportasi umum yang menyasar kalangan menengah ke atas," tutur politisi PKB itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




