Perempuan Mampu Menjadi Pemimpin

Senin, 9 Juli 2018 | 16:02 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Pelatihan bertema “Kaderisasi PDI Perjuangan Memenangkan Hati Rakyat” yang juga menghadirkan di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.
Pelatihan bertema “Kaderisasi PDI Perjuangan Memenangkan Hati Rakyat” yang juga menghadirkan di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jakarta, Senin, 9 Juli 2018. (Istimewa/Asni Ovier)

Jakarta - Memecahkan rekor sebagai bupati perempuan pertama di Bali menjadi tantangan tersendiri bagi Ni Putu Eka Wiryastuti. Bupati Tabanan yang dua kali terpilih itu ingin terus membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin yang baik dan diterima rakyatnya.

"Jangan anggap perempuan itu hanya sebagai display, yang sekadar menarik untuk dilihat lalu kalau sudah bosan terus ditinggalkan. Jadilah kader perempuan yang memiliki kecerdasan bahwa kita mampu. Kita bisa," kata Eka.

Hal itu dikatakan Eka dalam pelatihan bertema "Kaderisasi PDI Perjuangan Memenangkan Hati Rakyat" yang juga menghadirkan Bupati Tulang Bawang Winarti dan Bupati Jember Faida di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jakarta, Senin (9/7).

Eka mengatakan, keinginan perempuan untuk menjadi pemimpin juga harus disertai modal untuk memimpin. Berbagai organisasi yang menempa kemampuan kepemimpinan sudah pernah diikuti kader perempuan PDIP itu, seperti Banteng Muda Indonesia (BMI), Keluarga Besar Marhaen, dan Srikandi Demokrasi Indonsesia.

"Saya ingin berbuat, karena dasar dari politik itu kita harus berbuat," kata Eka yang meraih suara terbanyak saat menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP untuk Kabupaten Tabanan pada Pemilu 2009.

Dengan menjadi kepala daerah seperti sekarang, kata Eka, dia tidak hanya bisa berbuat, tetapi berbuat dengan efek yang besar. Dia mencontohkan, ketika masih menjadi pengusaha, dia hanya bisa membantu sebagai rakyat.

"Tetapi dengan politik, saya bisa membuat kebijakan dan keputusan dengan dampak yang jauh lebih besar, sehingga semakin yang banyak yang bisa saya berikan kepada rakyat," ujarnya.

Soal kepemimpinan, Eka mengatakan, harus bersumber dari hati. Itu makanya perempuan asli Bali ini pernah menulis buku berjudul "Investasi Hati’. "Kalau sudah memakai hati, apa pun program yang kita lahirkan untuk rakyat pasti bagus dan diterima," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon