Dirut Jakpro Diganti, Ini Tanggapan Sandiaga
Rabu, 11 Juli 2018 | 13:51 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengganti jajaran direksi PT Jakarta Propertindo (Jakpro), termasuk Direktur Utama (Dirut) PT Jakpro, Satya Heragandhi. Satya diganti oleh mantan direksi PT Pertamina, Dwi Wahyu Daryoto.
Keputusan Anies mengganti Dirut PT Jakpro dan jajaran direksi lainnya mendapatkan dukungan dari Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno. Ia memastikan penggantian jajaran direksi BUMD DKI yang bergerak di bidang properti ini tidak akan mengganggu pembangunan transportasi publik berbasis rel, light rail transit (LRT) atau kereta ringan cepat.
"Dipastikan tidak akan menimbulkan keterlambatan. Sampai sekarang, alhamdulillah, sekarang kita yakini LRT Fase kedua akan menjadi prioritas," kata Sandiaga di Condet, Jakarta Timur, Rabu (11/7).
Ia melihat penggantian Satya merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Meski sudah tidak lagi menjabat sebagai Dirut, ia tetap meminta Satya membantu dalam pengawasan pembangunan LRT hingga nanti beroperasi pada saat Asian Games.
"Jadi kami ucapkan terima kasih kepada Pak Satya dan komitmen beliau bahwa akan terus mengawal. Beliau yang mengawali dan harus juga memberikan kepastian saat Asian Games akan mulai. Setelah operasi, ini betul-betul ada proses penggantian tongkat estafet ini berlangsung lancar," jelasnya.
Atas usaha kerja keras Satya selama ini dalam mengawal pembangunan LRT tetap berjalan sesuai dengan jadwal kerja, Sandiaga mengungkapkan Satya tetap menjabat sebagai komisaris di salah satu anak perusahaan PT Jakpro.
"Sekarang ini masih sebagai komisaris tetapi di anak usaha. Ke depan yang terpenting adalah bukan kerja pada posisinya, tetapi tanggung jawabnya. Karena beliau yang mengawal dan memulai," ujarnya.
Terkait pengganti Satya, Sandiaga optimistis Dwi Wahyu Daryoto akan mampu memimpin PT Jakpro lebih baik lagi. Karena Dwi memilih pengalaman yang lengkap, baik di pemerintahan, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan pengusaha. Tak hanya itu, ia telah lama mengenal Dwi, lebih dari 10 tahun.
"Saya sempat berinteraksi dengan beliau bukan 1-2 tahun, tetapi berinteraksi dengan beliau lebih dari 10 tahun. Komitmen dan kapabilitasnya baja. Ini kita pastikan. Harapan kita, dia dapat meningkatkan Jakpro. Alhamdulillah, Pak Dwi berkenan untuk mengurusi Jakpro. Tentu PR-nya banyak, kemarin lumayan sukses di bawah Pak Satya. Ke depan kita ingin tambah maju kinerjanya ," ungkapnya.
Sandiaga membantah adanya kabar Dwi dipecat dari Pertamina. Dijelaskannya, jabatan Dwi di Pertamina tidak diteruskan atas keputusan Rapat Usaha Pemegang Saham (RUPS). "Bukan dipecat ya. Perlu digarisbawahi beliau tidak diteruskan dalam RUPS. Sama dengan Pak Satya juga tidak dipecat, tetapi ada penyegaran biasa," tukasnya.
Seperti diketahui, Gubernur DKI, Anies Baswedan melalui Badan Pembinaan BUMD (BP-BUMD) DKI telah melakukan pergantian jajaran direksi dan komisaris PT Jakpro.
Adapun jajaran direksi dan komisaris PT Jakpro yang ditunjuk Anies adalah:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Kuntoro Mangkusubroto
Komisaris: Ikak B Patriastomo
Komisaris: Daryanto
Dewan Direksi
Direktur Utama : Dwi Wahyu Purwoko
Direktur: Wahyu Afandi Harun
Direktur: Hendra Lesmana
Direktur: Lim Lay Ming
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




