IOC Masih Upayakan Arab Saudi Kirim Atlet Putri
Jumat, 25 Mei 2012 | 13:58 WIB
Rogge pun menolak adanya kemungkinan para atlet putri Saudi tampil di bawah bendera Olimpiade, dan bukannya mewakili negara.
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Jacques Rogge, mengatakan bahwa lembaganya hingga saat ini masih berupaya berunding dengan pihak Arab Saudi, terkait keterlibatan atlet perempuan (putri) negara Timur Tengah itu di Olimpiade London tahun ini.
Seperti diketahui, sepanjang sejarah Olimpiade, hanya ada Arab Saudi, Qatar dan Brunei Darussalam, yang belum pernah sama sekali mengirimkan atlet putri mereka ke ajang kompetisi olahraga multi-cabang tersebut. Meski begitu, Qatar dan Brunei telah mengumumkan rencana untuk mengirimkan atlet putrinya kali ini, sementara Arab Saudi belum.
Rogge sendiri mengaku bahwa persoalan ini bukanlah sesuatu yang sederhana dan gampang diurus begitu saja. Seperti diketahui pula, ini antara lain ada hubungannya dengan aturan penampilan perempuan di depan publik secara Islam. "Kami terus bekerja sama secara kontinyu dengan mereka (pihak Arab Saudi) guna menemukan solusi terbaik," ungkapnya.
Di kesempatan sama, Rogge pun memastikan bahwa tidak ada kemungkinan melibatkan para atlet putri Saudi tersebut berkompetisi di bawah bendera Olimpiade dan bukannya mewakili negara. Ia pun menolak berkomentar soal adanya kemungkinan sanksi terhadap Saudi jika negara itu masih menolak mengirimkan atlet putrinya.
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Jacques Rogge, mengatakan bahwa lembaganya hingga saat ini masih berupaya berunding dengan pihak Arab Saudi, terkait keterlibatan atlet perempuan (putri) negara Timur Tengah itu di Olimpiade London tahun ini.
Seperti diketahui, sepanjang sejarah Olimpiade, hanya ada Arab Saudi, Qatar dan Brunei Darussalam, yang belum pernah sama sekali mengirimkan atlet putri mereka ke ajang kompetisi olahraga multi-cabang tersebut. Meski begitu, Qatar dan Brunei telah mengumumkan rencana untuk mengirimkan atlet putrinya kali ini, sementara Arab Saudi belum.
Rogge sendiri mengaku bahwa persoalan ini bukanlah sesuatu yang sederhana dan gampang diurus begitu saja. Seperti diketahui pula, ini antara lain ada hubungannya dengan aturan penampilan perempuan di depan publik secara Islam. "Kami terus bekerja sama secara kontinyu dengan mereka (pihak Arab Saudi) guna menemukan solusi terbaik," ungkapnya.
Di kesempatan sama, Rogge pun memastikan bahwa tidak ada kemungkinan melibatkan para atlet putri Saudi tersebut berkompetisi di bawah bendera Olimpiade dan bukannya mewakili negara. Ia pun menolak berkomentar soal adanya kemungkinan sanksi terhadap Saudi jika negara itu masih menolak mengirimkan atlet putrinya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




