Pemerintah Panggil Chevron dan Pertamina soal Blok Rokan

Selasa, 24 Juli 2018 | 13:59 WIB
RA
B
Penulis: Retno Ayuningtyas | Editor: B1
Arcandra Tahar
Arcandra Tahar (BeritaSatu Photo/Emral)

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal memanggil PT Pertamina (Persero) dan PT Chevron Pacific Indonesia untuk membahas usulan masing- masing perusahaan dalam melanjutkan pengelolaan Blok Rokan.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menuturkan, Chevron telah memasukkan proposal usulan rencana pengembangan Blok Rokan lengkap dengan angka bonus tanda tangan yang ditawarkan. Sementara Pertamina baru akan memasukkan kembali proposalnya, yang mencantumkan penawaran bonus tanda tangan, pada pekan ini.

"Selasa-Rabu ini, saya meeting marathon dengan Chevron dan Pertamina," kata dia di Jakarta, Senin (23/7).

Pihaknya akan membandingkan proposal yang diajukan oleh Chevron dan Pertamina. Dari dua proposal ini, akan dicari mana yang memberikan keuntungan lebih baik bagi negara. Proses ini lah yang akan dikerjakan oleh pemerintah pada pekan ini.

Pasalnya, nasib blok yang terminasi kontrak kerja samanya (production sharing contract/PSC) pada 2021 itu sedianya ditetapkan pada bulan ini. "Kami usahakan, kalau bisa kami compare (proposalnya) dulu minggu ini," ujar Arcandra.

Arcandra enggan membocorkan apa saja program kerja yang ditawarkan dalam proposalnya ini. Namun, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto pernah mengungkapkan, dalam proposalnya Chevron berencana melakukan pengurasan migas tahap lanjut (enhanced oil recovery/ EOR) di Blok Rokan. Hal ini sebagai tindak lanjut pilot project yang telah dilakukan di Lapangan Minas.

Sementara dalam surat yang dikirimkan Pertamina ke pemerintah akhir Juni lalu, perusahaan migas pelat merah itu berjanji akan meneruskan kegiatan pengurasan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR), baik secondary maupun tertiary yang saat ini telah diterapkan di Blok Rokan, seperti EOR waterflood, steamflood, dan chemical. Pertamina akan melanjutkan dan meningkatkan pengelolaan serta mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri dan efisien.

Tak hanya itu, Pertamina berkomitmen untuk mendapat upside potential dari pengelolaan Blok Rokan setelah 2021. Tambahan potensi migas ini diupayakan diperoleh dari lapangan eksisting dengan program pengembangan yang akan dilakukan, maupun dari prospekprospek dan potensi eksplorasi untuk jenis reservoir nonkonvensional (shale hydrocarbon).

Kegiatan dan pekerjaan untuk ini telah disiapkan perseroan. Pertamina menyebutkan bahwa potensi migas di Blok Rokan masih cukup besar. Blok migas seluas 6.264 kilometer persegi ini terdiri dari 115 lapangan produksi.

Berdasarkan laporan tahun lalu, lapangan eksisting di blok ini memiliki sumber daya awal miyak di tempat (original oil in place/OOIP) sebesar 26,6 miliar barel. Blok Rokan telah mencapai produksi kumulatif minyak sebesar 11,5 miliar barel hingga Desember tahun lalu. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon