Sentuhan Teknologi Nuklir Tingkatkan Kualitas Benih
Rabu, 25 Juli 2018 | 20:21 WIB
Polewali Mandar - Sentuhan teknologi nuklir mampu meningkatkan kualitas benih. Melalui Agro Techno Park (ATP) Polewali Mandar, varietas padi dan kedelai yang dihasilkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mampu menggairahkan minat petani karena produktivitas panennya cukup menjanjikan.
Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, ATP Polewali Mandar merupakan satu dari tiga ATP dan satu National Science Techno Park (NSTP) yang ditetapkan sesuai nawacita pemerintah.
"Selain ATP Polewali Mandar, ATP lain dibawah bimbingan Batan yakni ATP Musi Rawas, Sumatera Selatan, dan Klaten, Jawa Tengah," kata Djarot dalam kunjungan ke ATP Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rabu (25/7).
Baca Juga: Kedelai Hasil Rekayasa Radiasi Nuklir Aman Dikonsumsi
Djarot mengatakan, pihaknya mengharapkan varietas yang diperbanyak pembenihannya di ATP dan ditanam secara masif, bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan melahirkan pengusaha pemula berbasis teknologi di lokasi ATP berada.
"Outcome-nya ATP bisa mandiri dan sejahtera. Di tahun 2019, kita pun bisa menyampaikan ke pemerintah ini loh ATP kita," kata dia
Menurut Djarot, Polewali Mandar memiliki lahan pertanian sekitar 18.000 hektar (ha). Selain kakao, padi menjadi primadona petani, kemudian kedelai pun mulai dilirik untuk ditanam. Adanya satu kecamatan yakni Kecamatan Wonomulyo yang dihuni masyarakat keturunan Pulau Jawa sejak lama, muncul pengrajin tempe dan membutuhkan kedelai sekitar 20 ton per hari.
"ATP di Polewali Mandar ini posisinya bisa dibilang lebih unggul dari sisi kemandiriannya," ucapnya.
Baca Juga: Pemkab Buleleng Fokus Kembangkan Sektor Pertanian
Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Polewali Mandar, Kallang Marzuki mengungkapkan, pemerintah daerah mengapresiasi kerja sama dengan BATAN dalam bentuk pertanian terpadu padi kedelai dan ternak di ATP.
"Kita berupaya Bagaimana memenuhi kebutuhan benih ke depan di sini. Benih dibutuhkan ribuan ton. Kita menargetkan menjadi kabupaten mandiri benih," ucapnya.
Untuk padi, ATP Polewali Mandar mendesiminasikan sejumlah varietas padi Batan hasil iradiasi teknologi nuklir. Varietas ini dibuat berproduktivitas tinggi, umur panen pendek (genjah) dan tahan hama penyakit.
Sejak 2015, varietas yang diminati petani adalah Sidenuk, Woyla dan Unsrat 2. Varietas Sidenuk produktivitasnya mencapai 10,5 ton per ha, umur panen 110 hari dan tahan terhadap hama wereng. Varietas Woyla produktivitas 9,5 ton per hektar, umur panen 115 hari dan tahan hama.
Sedangkan untuk kedelai, varietas Mutiara 1 paling diminati. Mutiara 1 berbiji besar dengan kandungan protein yang tinggi 37,7 persen dan cocok digunakan untuk produksi tempe dengan potensi produksi mencapai 4 ton per hektar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




