BPTJ: Sistem Terintegrasi Antarmoda Transportasi Selesai Tahun Ini
Senin, 30 Juli 2018 | 16:05 WIB
Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memastikan sistem integrasi tiket elektronik antarmoda transportasi saat ini sudah sudah mulai beroperasi. Ditargetkan, tahun ini semua sudah direalisasikan integrasi antarmoda transportasi di Jabodetabek.
Dengan begitu, pengguna transportasi massal hanya menggunakan satu kartu elektronik untuk mengakses berbagai moda transportasi massal seperti kereta rel listrik (KRL), bus Transjakarta, hingga bus Transjabodetabek. Dengan sistem terintegrasi ini, pengguna transportasi massal cukup membawa satu kartu elektronik dari bank seperti e-Money, Brizzi, dan sebagainya.
"BPTJ sudah membuat MoU (nota kesepahaman) kepada semua operator untuk membangun tiket transportasi yang terintegrasi," ujar Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, Senin (30/7).
Saat ini, kata dia, semua moda transportasi massal seperti KRL, bus Transjakarta atau bus Transjabodetabek sudah dapat menggunakan satu kartu elektronik yang sama. "Jadi, terintegrasi tidak hanya infrastrukturnya saja, tapi juga sistem e-ticketing. Dengan satu kartu elektronik, kita bisa gunakan moda transportasi lainnya," tuturnya.
Khusus untuk pengguna Kartu Multi-Trip (KMT) KRL Jabodetabek, belum dapat digunakan digunakan untuk mengakses moda transportasi seperti bus Transjakarta atau bus Transjabodetabek. "Target tahun ini realisasi terintegrasi semua kartu elektronik," tuturnya.
Terpisah, VP Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Eva Chairunisa, menambahkan penggunaan KMT di KRL sedang dalam proses perizinan Bank Indonesia (BI) agar bisa digunakan sebagai uang elektronik dan dapat digunakan sebagai kartu elektronik saat transaksi antarmoda transportasi.
"Sebenarnya sudah terintegrasi dengan adanya kartu elektronik dari bank-bank, hanya saja memang kartu KRL seperti KMT belum dapat digunakan antarmoda transportasi. Kami masih proses perizinan e-money ke BI," ujar Eva.
Penggunaan KMT sebagai uang elektronik memang harus mendapat persetujuan dari BI. "Kami harus mendapat izin terlebih dahulu dari BI," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo, mengatakan kartu elektronik untuk pengguna bus Transjakarta sudah menggunakan kartu elektronik yang terintegrasi dengan KRL. Selain itu, juga pembayaran di tol dan bahkan pembayaran di gerai-gerai belanja.
"Transjakarta sudah terintegrasi. Kartu yang digunakan pelanggan Transjakarta bisa dipakai untuk KRL, transaksi di tol dan bahkan gerai belanja," ujar Wibowo.
Dia mengatakan, beberapa halte yang saat ini dibongkar adalah bagian dari peningkatan kapasitas pengguna dan pelayanan yang dilakukan Transjakarta. "Tidak ada halte yang dibongkar, yang ada adalah peningkatan kapasitas dan pelayanan," tuturnya.
Meski begitu, kata dia, layanan bus Transjakarta tetap normal seperti biasa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




