694 Hektare Tanaman Padi di Indramayu Gagal Panen
Selasa, 31 Juli 2018 | 22:25 WIB
Indramayu - Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencatat saat ini terdapat 694 hektare tanaman padi yang gagal panen atau puso, karena kekeringan.
"Kami mencatat sampai saat ini data terakhir itu ada 694 hektare yang puso di Kabupaten Indramayu," kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid di Indramayu, Selasa (31/7).
Tanaman padi yang gagal panen itu terdapat di empat kecamatan yaitu Gabus Wetan yang tercatat ada 214 hektare terkena puso, kemudian di Cikedung terdapat 11 hektare.
Selanjutnya, puso juga terjadi di Kecamatan Losarang yang mencapai 369 hektare dan Kecamatan Kandanghaur seluas 100 hektare.
"Ada empat kecamatan di Indramayu yang terjadi puso ini akibat tidak ada debit air yang mengaliri sawah," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Penanggung Jawab Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale) Provinsi Jawa Barat, Banun Harpini mengatakan sekitar 6.350 hektare sawah di Indramayu berpotensi puso jika dalam waktu tujuh hari ke depan tidak terairi.
"Kami mengecek langsung kondisi lapangan, mengevaluasi penanganan masalah air di tiga kecamatan dan menyiapkan langkah antisipasi untuk memperkecil dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan bakal datang sampai 2,5 bulan mendatang," kata Banun di Indramayu, Selasa.
Banun juga segera mengidentifikasi kelompok tani yang tanaman padinya terkena puso dan segera mengusulkan untuk pengajuan klaim asuransi pertanian ke Jasindo atau bank yang terkait.
"Belajar dari pengalaman ini, kami mengajak para petani yang belum mengikuti program asuransi pertanian yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pertanian, untuk dapat segera bergabung di musim tanam depan," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




