Empat BUMD DKI Tandatangani MoU Pengembangan Dua TOD
Selasa, 31 Juli 2018 | 22:44 WIB
Jakarta - Empat BUMD DKI telah menandatangani dua nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk pengembangan dua Kawasan Berorientasi Transit (KBT) atau Transit Oriented Development (TOD).
PT MRT Jakarta dan PD Pasar Jaya menandatangani perjanjian tentang pemanfaatan lahan eks Pasar Blora. Lahan ini akan dijadikan kantor pusat PT MRT Jakarta.
Lalu PT MRT Jakarta menandatanganinya nota kesepahaman dengan PD Pembangunan Sarana Jaya dan PT Jakarta Propertindo tentang pengembangan Area Depo Lebak Bulus.
Penandatanganan nota kesepahaman empat BUMD ini disaksikan oleh Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno di kantor PT MRT Jakarta, Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (31/7).
"Alhamdulillah kita menandatangani perjanjian antara empat BUMD untuk mendorong Kawasan Berorientasi Transit. Kita harapkan dua lokasi yang kita kerja samakan yaitu Lebak Bulus dan Dukuh Atas akan menjadi sebuah ikon TOD. Sehingga akan memudahkan layanan kepada masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. Kawasan TOD ini akan mampu menciptakan sekitar 45 miliar dolar AS peluang ekonomi dan akan bisa membuka 40.000-50.000 lapangan pekerjaan yang baru nanti," kata Sandiaga seusai menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut.
Ditegaskannya, terdapat tiga nilai yang diperlihatkan dalam kerja sama antar BUMD Jakarta ini. Yaitu sinergi sebagai 3P, persaudaraan, performansi juara, dan progresif yang menciptakan akumulasi kebermanfaatan bersama untuk warga Jakarta.
"Kita juga ingin dengan sinergi ini, kita mengirim pesan yang jelas ke dunia usaha dan kita ingin bersinergi juga dengan dunia usaha yang lain. Jadi ini bukan hanya ekslusif BUMD tetapi juga buka peluang dengan dunia usaha lain. Kalau BUMD sudah bisa bersinergi juga dengan dunia usaha lain ini akan menjadi sangat inklusif," jelasnya.
Ia juga mengingatkan perhelatan Asian Games 2018 yang sebentar lagi datang akan menjadi momentum sinergi antarpemangku kepentingan dalam skema Public Private People Partnership (PPPP). Melalui kerja sama dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, ia berharap pembangunan di Jakarta akan terus memberi manfaat langsung dan tepat sasaran.
Dalam acara yang sama, Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, William Sabandar mengatakan investasi untuk pembangunan gedung di eks Pasar Blora hampir mencapai Rp 20 triliun.
"Untuk bangun saja sekitar Rp 20 triliun. Dan ini sinergi yang akan kita lakukan dengan perbankan dan investor," kata William.
Saat ini pihaknya sedang menyiapkan master plan dari kedua KBT tersebut. Nantinya master plan tersebut akan dijadikan panduan rancang kota (Urban Design Guideline). Dijelaskannya, di KBT Dukuh Atas sudah ada Taman Dukuh Atas dan trotoar Pedestrian. Kawasan ini akan menjadi transportasi hub yang akan dikerjasamakan antara PT MRT Jakarta dan PD Pasar Jaya.
Sedangkan pengembangan area Depo Lebak Bulus, lanjutnya, masih dalam pembuatan konsep desain oleh konsultan internasional. "Kita lagi menunggu konsep desain yang akan selesai dalam satu hingga dua bulan," terangnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




