Pemerintah Bentuk Tim Kajian Pengadaan Sukhoi dan KFX
Jumat, 3 Agustus 2018 | 15:57 WIB
Jakarta – Pemerintah membentuk tim kajian terkait pengadaan 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia dan proses lanjutan pengembangan jet tempur Korea Fighter eXperiment (KFX) dari Korea. Tim akan mengkaji, menganalisa, mempelajari dan memberikan rekomendasi terkait lanjut tidaknya pengadaan Sukhoi KFX.
"Nanti dibentuk tim kajian. Tim kecil untuk secara detail dan teknis melakukan kajian-kajian sehingga menghasilkan perencanaan yang sistematis," kata Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan (Polhukam) Wiranton usai memimpin rapat koordinasi mengenai pengadaaan KFX di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (3/8).
Rapat dihadiri Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Wakil KSAU Marsda Wieko Syofyan dan Irjen TNI Letjen Muhammad Herindra yang mewakili dari MabesTNI.
Wiranto menjelaskan tim akan mempelajari dari semua aspek. Misalnya masalah tipe yang layak dibeli, perlengkapan yang digunakan dan jenis mesin layak. Tim juga akan mengkaji soal kebutuhan anggaran yang diperlukan dan masalah alih teknologi.
"Pembelian Alutsista tidak semudah seperti kita membeli barang. Banyak sekali hal-hal sampingan yang kita tinjau lebih detail," ujar mantan Panglima TNI.
Selaku mantan anggota TNI, dia sangat ingin peralatan TNI dari tahun ke tahun selalu diperbaharui. Namun kebutuhan mencapai hal tersebut tidak mudah karena bergantung pada ketersediaan anggaran negara. Selain itu bergantung juga pada ketersediaan negara yang memproduksinya.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia sudah menandatangani kontrak untuk pembelian 11 pesawat Sukhoi dari Rusia. Namun hingga saat ini, ke-11 pesawat tersebut juga belum kunjung datang ke Indonesia.
Sementara terkait KFX, Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan Korea Selatan untuk pengembangan pesawat tersebut. Pesawat tersebut nantinya merupakan hasil karya bersama antara Indonesia dengan Korea.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




