Taman Nasional Komodo: Suksesi Alam Pulihkan Kerusakan Gili Lawa

Selasa, 7 Agustus 2018 | 11:12 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat tengah mengusut kasus kebakaran hutan savana di Gili Lawa, kawasan wisata Taman Nasional Komodo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat tengah mengusut kasus kebakaran hutan savana di Gili Lawa, kawasan wisata Taman Nasional Komodo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Beritasatu Tv)

Kupang - Kepala Balai Taman Nasional (TN) Komodo Budi Kurniawan mengatakan proses suksesi alam akan memulihkan kerusakan hutan di Pulau Gili Lawa akibat kebakaran yang terjadi di kawasan wisata itu.

"Kami optimistis suksesi alam memulihkan kerusakan hutan di Gili Lawa," katanya ketika dihubungi dari Kupang, Selasa (7/8), terkait kondisi hutan di bukit Pulau Gili Lawa, Kawasan Taman Nasional Komodo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rusak akibat kebakaran.

Budi menambahkan faktor lamanya proses suksesi alam atau perbaikan ekosistem hutan secara alamiah itu tergantung pada intensitas curah hujan.

Menurutnya belum diketahui secara pasti luas lahan hutan didominasi padang savana itu yang rusak akibat kebakaran karena masih dalam proses penyelidikan.

"Penyelidikan masih berlangsung, tim penyidik sementara olah TKP bersama pihak Laboratorium Forensik dari Denpasar," katanya.

Untuk sementara, lanjutnya Balai TN Komodo masih menutup aktivitas wisata di Pulau Gili Lawa dalam kurun waktu yang belum ditentukan.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan padang savana terjadi di bukit Pulau Gili Lawa pada Rabu (1/8) sekitar pukul 18.15 malam.

Akibat kondisi angin kencang, topografi yang curam, serta vegetasi savana yang kering, menyebabkan api mudah menjalar dan baru bisa dipadamkan petugas pada pukul 03.10 Wita dini hari.

Gili Lawa merupakan salah satu pulau di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, yang tidak dihuni manusia maupun satwa prioritas konservasi seperti komodo (varanus komodoensis) maupun kakatua kecil jambul kuning (cacatua sulphurea occidentalis).

"Di Gili Lawa memang tidak ada satwa komodo karena bukan habitatnya, juga tidak ada spesies kunci," kata Budi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon