Realisasi Investasi Sektor Energi Baru Capai 25,48%
Minggu, 12 Agustus 2018 | 09:06 WIB
JAKARTA – Sampai akhir Juni, realisasi investasi di sektor energi dan sumber daya mineral tercatat baru sebesar US$ 9,48 miliar. Realisasi ini baru 25,48% dari target investasi tahun ini US$ 37,2 miliar.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi paling tinggi tercatat di sektor migas, yakni US$ 5,11 miliar. Realisasi investasi migas ini baru 30,41% dari target tahun ini US$ 16,8 miliar. Selanjutnya, investasi terbesar kedua yakni di sektor kelistrikan US$ 2,83 miliar atau 23,19% dari target US$ 12,2 miliar.
Berikutnya realisasi investasi sektor mineral dan batu bara sebesar US$ 790 juta atau 12,74% dari target US$ 6,2 miliar. Terakhir, investasi sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi sebesar US$ 750 juta atau 37,5%.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan, rendahnya harga energi global dalam tiga tahun terakhir ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor ESDM. Meski demikian, pihaknya menargetkan investasi sektor energi terus meningkat di tengah tantangan ekonomi global.
Mengacu data Kementerian ESDM, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada 2016 bertahan di kisaran US$ 27,5 per barel sampai US$ 51,1 per barel. Pada 2017, harga minyak merangkak naik di kisaran US$ 51,9 per barel sampai US$ 60,9 per barel.
Sementara harga batu bara acuan (HBA) berada di kisaran US$ 53,2-101,4 per ton pada 2016 dan turun menjadi US$ 86,2-94 per ton pada 2017.
"Perlu kita awasi dan evaluasi terus agar target optimis ini dapat tercapai," ujar dia di Jakarta, Jumat (10/8).
Untuk itu, pihaknya melakukan sejumlah langkah untuk menggenjot investasi. Pertama, pemerintah menghapus regulasi dan perizinan yang menghambat investasi. Dalam periode Januari-Maret, jumlah regulasi dan perizinan yang dipangkas mencapai 186 buah.
Rincinya, 56 regulasi/perizinan di sektor migas, 96 regulasi/ perizinan di sektor mineral dan batu bara, 20 regulasi di sektor kelistrikan, serta 14 regulasi/perizinan di sektor energi terbarukan.
Selain itu, Kementerian ESDM juga melakukan pendampingan atau fasilitasi investasi. "Kemudian juga diupayakan kecepatan pengambilan keputusan strategis," kata Arcandra.
Menilik data Kementerian ESDM, sejak 2014, realisasi investasi sektor energi terus menurun. Pada 2014, investasi sektor ESDM tercatat mencapai US$ 33,5 miliar. Angka ini terus berkurang menjadi US$ 32,3 miliar pada 2015, US$ 29,7 miliar pada 2016, dan US$ 27,5 miliar pada 2017.
Pada tahun ini, Kementerian ESDM berupaya menekuk kurva investasi untuk kembali pada kisaran US$ 30 miliar. Jika target investasi tahun ini terealisasi, maka akan tercatat sebagai investasi sektor ESDM yang terbesar sejak 2014.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




