Polda Dituding Kecolongan Amankan Laga Persija vs Persib
Senin, 28 Mei 2012 | 09:55 WIB
Kecolongan dalam mengamankan penonton pertandingan sepak bola antara Persija dan Persib sehingga menyebabkan satu orang tewas.
Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menilai Polda Metro Jaya kecolongan dalam mengamankan penonton pertandingan sepak bola antara Persija dan Persib sehingga menyebabkan satu orang tewas.
"Polri kan sudah biasa bertugas mengawal setiap pertandingan sepak bola dan tahu watak para penontonnya. Kejadian ini betul-betul tidak bisa dimengerti kenapa Polri kecolongan," kata Syahganda, di Jakarta, hari ini, mengomentari kematian seorang pendukung salah satu kesebelasan, usai pertandingan di Stadion Utama Bung Karno, Jakarta, kemarin.
Syahganda mempertanyakan dan menyesalkan kesigapan polisi dalam mengamankan pertandingan Persija melawan Persib karena tidak mampu mengantisipasi keributan antarpenonton.
Polisi, menurut dia, seharusnya bersikap profesional dalam memantau kondisi para penonton di samping dapat mengendalikan segala suasana di sekeliling area pertandingan.
Ditambahkan Syahganda, jika aspek pengamanan yang diterapkan polri memenuhi prosedur yang benar, tidak semestinya muncul peristiwa yang memilukan tersebut.
Menurut Syahganda, keributan penonton yang menyebabkan kematian merupakan kejadian luar biasa yang sulit ditoleransi dan menjadi pelajaran yang sangat mahal bagi aparat keamanan. Peristiwa itu, lanjut dia, jelas memberi penilaian dari masyarakat bahwa pengamanan masih kurang baik.
Lebih jauh, Syahganda berharap pimpinan Polri mengevaluasi pengamanan pertandingan sepak bola yang dilakukan jajarannya itu di samping menerapkan hukuman atas kelalaian yang terjadi agar di kemudian hari tidak berulang korban nyawa.
Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menilai Polda Metro Jaya kecolongan dalam mengamankan penonton pertandingan sepak bola antara Persija dan Persib sehingga menyebabkan satu orang tewas.
"Polri kan sudah biasa bertugas mengawal setiap pertandingan sepak bola dan tahu watak para penontonnya. Kejadian ini betul-betul tidak bisa dimengerti kenapa Polri kecolongan," kata Syahganda, di Jakarta, hari ini, mengomentari kematian seorang pendukung salah satu kesebelasan, usai pertandingan di Stadion Utama Bung Karno, Jakarta, kemarin.
Syahganda mempertanyakan dan menyesalkan kesigapan polisi dalam mengamankan pertandingan Persija melawan Persib karena tidak mampu mengantisipasi keributan antarpenonton.
Polisi, menurut dia, seharusnya bersikap profesional dalam memantau kondisi para penonton di samping dapat mengendalikan segala suasana di sekeliling area pertandingan.
Ditambahkan Syahganda, jika aspek pengamanan yang diterapkan polri memenuhi prosedur yang benar, tidak semestinya muncul peristiwa yang memilukan tersebut.
Menurut Syahganda, keributan penonton yang menyebabkan kematian merupakan kejadian luar biasa yang sulit ditoleransi dan menjadi pelajaran yang sangat mahal bagi aparat keamanan. Peristiwa itu, lanjut dia, jelas memberi penilaian dari masyarakat bahwa pengamanan masih kurang baik.
Lebih jauh, Syahganda berharap pimpinan Polri mengevaluasi pengamanan pertandingan sepak bola yang dilakukan jajarannya itu di samping menerapkan hukuman atas kelalaian yang terjadi agar di kemudian hari tidak berulang korban nyawa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




