NU Tidak Berpolitik Praktis, Prabowo: Sangat Bijaksana

Kamis, 16 Agustus 2018 | 19:21 WIB
YP
YD
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: YUD
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan keterangan bersama Ketum PBNU Said Aqil Siroj, Kamis 16 Agustus 2018.
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan keterangan bersama Ketum PBNU Said Aqil Siroj, Kamis 16 Agustus 2018. (BeritaSatu Photo/Yustinus Paat)

Jakarta - Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto sangat memuji sikap bijaksana dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam berpolitik. Prabowo yakin NU tidak akan berpolitik praktis.

"Ya saya kira sikap NU sangat wise, sangat bijaksana, NU tidak akan berpolitik praktis," ujar Prabowo usai bertemu Ketum PBNU Said Aqil Siroj dan para pengurus PBNU di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (16/8) sore.

Menurut Prabowo, NU adalah suatu organisasi yang mewakili umat nahdliyin dan juga merupakan suatu gerakan moral. Hal ini, kata dia, disampaikan juga oleh Said Aqil bahaa NU harus menjaga moral umat dan rakyat.

"Saya kira kedua pasangan akan selalu di ingatkan beliau, oleh NU dan memang kenyataanya tadi beliau sebut sendiri bahwa di semua pihak NU hadir, di mana-mana ya. Saya kira itulah saya katakan hebatnya NU, ya siapapun yang menang NU-nya ada," ungkap dia.

Prabowo juga merasa penerimaan PBNU atas kunjungannya dengan Sandiaga Uno sangat luar biasa. Selain itu, kata dia diskusinya juga dilakukan secara terbuka dan lancar serta saling bertanya, menjawan dan menjelaskan.

"Saya merasa dari dulu dekat dengan NU, dengan tokoh-tokoh NU. Saya dulu sangat dekat dengan Gus Dur, sama Pak Hasyim Muzadi, sama Kyai Aqil Siradj. Jadi demikianlah suasana bagus dan insyaallah, kita ke depan akan berbuat yang terbaik," tutur dia.

Senada dengan itu, Said Aqil juga mengakui bahwa diskusi dengan Prabowo-Sandi berlangsung dalam suasana santai, sambil bercanda, sangat cair dan tidak tegang. Namun, Said berpesan agar pasangan capres-cawapres harus merumuskan strategi untuk menghilangkan kemiskinan dan membangun persatuan dan kesatuan bangsa.

"Membangun bangsa ini dengan niat yang baik, niat yang demi rakyat, demi masyarakat kecil. Bagaimana meningkatkan martabat bangsa ini, menghilangkan kemiskinan, memberdayakan masyarakat, dan mensolidkan persatuan dan kesatuan negara ini," pungkas Said.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon