Asian Games 2018
Kembali ke Triatlon, Jauhari Johan Siap Ukir Prestasi
Jumat, 17 Agustus 2018 | 10:16 WIB
Jakarta - Atlet Jauhari Johan kembali ke cabang olahraga triatlon, padahal sebelumnya ia lebih dikenal di dunia atletik. Pria kelahiran Palembang 10 Desember 1983 itu telah mengukir segudang prestasi event nasional dan internasional.
Banyak pertanyaan muncul tatkala Jauhari masuk dalam skuat Tim Triatlon Indonesia yang akan tampil pada Asian Games 2018. Namun, pertanyaan itu terjawab sudah dengan adanya pengakuan Jauhari yang sejak kecil sudah menyenangi triathlon.
"Triatlon itu bukan olahraga baru bagi saya. Justru awalnya saya adalah atlet triatlon," kata Jauhari Johan, peraih tiga medali perak SEA Games 2009 dan 2011 ketika dihubungi media Jumat (17/8).
Jauhari Johan memang telah menekuni Triatlon sejak berusia 13 tahun. Prestasi pun juga mengkilap.
"Saya itu pemegang gelar juara pada Kejurnas Triatlon di Batam1996 dan juara Triathlon Asia Junior Macao 2002. Jadi, tidak benar kalau ada anggapan bahwa saya beralih dari atletik ke triatlon. Yang tepat, saya kembali ke triatlon," ungkapnya.
Lantas mengapa saat jadi juara Asia junior tidak meneruskan karier di triathlon, Jauhari menjawab, "Saya tidak bisa meneruskan karir di Triathlon karena saat saya jadi atlet kan belum ada federasinya. Apalagi, saya harus mengeluarkan biaya sendiri untuk mengikuti even di luar negeri."
Kini, Jauhari kembali mendapat kesempatan berkarir di triatlon begitu
Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Bahkan, dia termasuk menjadi salah satu atlet andalan pada cabor triahlon Asian Games XVIII yang akan digelar di Jakabaring Sport City Cimplex Palembang, Sumsel, 31 Agustus hingga 2 September 2018.
Pegawai Bank Sumsel Babel yang turun di nomor Mixed Relay telah menjalani pelatnas Triatlon di Bandung, Surabaya dan Situbondo, Jawa Timur sejak Januari 2018. Dan, dia juga diterjunkan pada Kejuaraan Asia di Subic, Philipina, Juni 2018 dengan hasil menempati peringkat ketiga.
Di cabor Triatlon Asian Games 2018 yang memperebutkan tiga medali emas, Tim Triathlon Indonesia tampil tanpa target medali. Pengurus Besar Federasi Triathlon Indonesia (PB FTI) yang dipimpin Mark Sungkar hanya menargetkan masuk 10 besar.
"Targetnya sih masuk 10 besar karena saingan di Asian Games 2018 itu cukup berat. Ada Jepang, Korea, dan Tiongkok yang menurunkan atlet berprestasi dunia," katanya.
Secara khusus Jauhari juga menyampaikan terimakasih terhadap Manajer Tim Triatlon Indonesia, Armand van Kempen.
"Tanpa peran pak Armand pelatnas Triatlon Asian Games 2018 itu tidak akan berjalan. Selama ini pak Armand yang mengeluarkan biaya dari kantong pribadi karena anggaran pelatnas dari Kempora belum diberikan," tandanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




