Peringatan HUT ke-73 RI

Peringati HUT RI, Pelindo IV Sumbang Mesin Tempel Nelayan

Jumat, 17 Agustus 2018 | 22:33 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Dirut Pelindo IV Doso Agung, menyerahkan bantuan mesin tempel dan beasiswa, usai upacara bendera memperingati HUT Ke-73 Kemerdekaan RI, di halaman kantor Pelindo Ternate, Provinsi Maluku, Jumat (17/8).
Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Dirut Pelindo IV Doso Agung, menyerahkan bantuan mesin tempel dan beasiswa, usai upacara bendera memperingati HUT Ke-73 Kemerdekaan RI, di halaman kantor Pelindo Ternate, Provinsi Maluku, Jumat (17/8). (Istimewa)

Ternate - PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) memberikan sumbangan tiga mesin tempel kapal kepada nelayan yang telah berjasa menyelamatkan puluhan penumpang korban tenggelam KMP Bandeng di perairan Halmahera.

Bantuan diberikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Dirut Pelindo IV Doso Agung, usai upacara bendera memperingati HUT Ke-73 Kemerdekaan RI, di halaman kantor Pelindo Ternate, Provinsi Maluku, Jumat (17/8).

"Nelayan ini yang memberitahukan dimana para korban berada dan mereka juga membantu menyelamatkan puluhan penumpang yang terbalik. Oleh karenanya, sudah sepatutnya nelayan yang sudah membantu menyelamatkan penumpang diberikan apresiasi," ujar Rini.

Sementara itu, Dirut Pelindo IV, Doso Agung mengatakan, bantuan mesin tempel senilai Rp 450 juta tersebut, merupakan wujud BUMN Hadir Untuk Negeri. "Ada tiga kelompok nelayan yang mendapatkan mesin tempel, dimana masing-masing kelompok mendapatkan tiga mesin," kata Doso Agung.

Selain itu, kata Doso Agung, pihaknya juga membantu beasiswa bagi pelajar berprestasi, menyelenggarakan kegiatan jalan sehat, pasar murah, siswa mengenal Nusantara (SMN), membangun MCK, dan taman bacaan.

"Keberadaan BUMN, salah satu fungsinya untuk mempercepat aktualisasi terwujudnya cita-cita kemerdekaan yaitu masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur," jelasnya.

Menurut Doso Agung, peran Pelindo IV dalam tiga tahun terakhir dapat dirasakan masyarakat di wilayah Indonesia Timur. Hal ini terjadi setelah dilakukan program direct export dan direct call untuk wilayah Timur. "Melalui program tersebut, saat ini kegiatan ekspor dari wilayah timur Indonesia dapat dilakukan lebih singkat, murah dan berdaya saing," tambahnya.

Sehingga, saat ini ekonomi di kawasan timur Indonesia rata-rata di atas kawasan barat Indonesia. Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan tertinggi kuartal kedua 2018 dicapai oleh Maluku dan Papua sebesar 18,18 persen. Sementara, Kalimantan 3,31 persen, Bali dan Nusa Tenggara 3,75 persen, Jawa 5,69 persen dan Sumatera 4,65 persen.

"Pelindo IV juga melaksanakan pembangunan dermaga dan reklamasi kolam seluas 8.300 meter persegi serta pemasangan 1 unit container crane dan pada bulan September nanti beserta peralatan pendukungnya untuk dapat meningkatkan kapasitas Pelabuhan Ternate menjadi dua kali lipat," tandasnya.

Doso Agung menjelaskan, sinergi BUMN yang sudah dilaksanakan di timur Indonesia antara lain, meningkatkan kesejahteraan dan meringankan beban rakyat, terutama masyarakat di wilayah terluar, terpinggir dan tertinggal melalui program Listrik Murah, Program Tol Laut, BBM Satu Harga dan Program Rumah Kita.

"Seluruh program tersebut di motori oleh BUMN bersama instansi lainnya dalam mensukseskan program-program strategis pemerintah dewasa ini," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon