Motif Insiden Ibas di Malut belum Diungkap
Senin, 28 Mei 2012 | 17:21 WIB
Memang ada masalah di internal partai sehingga kader partai melakukan pemukulan.
Kendati telah menangkap satu orang tersangka dalam insiden upaya penyerangan anak presiden yang juga Sekjen DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, polisi belum mengungkapkan motif insiden itu.
Seperti diketahui, Ibas--nama sapaan Edhie Baskoro-dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum disebut diusir dari Ternate, Maluku Utara, setelah dicegat oleh massa pendukung Thaib Armaiyn di Bandara Babullah, Kamis (24/5).
"Memang ada masalah di internal partai tersebut sehingga kader partai melakukan pemukulan dan membuat I terluka. DK alias D telah jadi tersangka dan ditangkap serta seorang lagi dikejar. Kita masih terus ungkap motif dan latar belakang kasus ini," kata Kadiv Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, hari ini.
Kehadiran massa pendukung Thaib Armaiyn yang juga Gubernur Malut di Bandara Babullah membuat Anas dan Edhie Baskoro harus meninggalkan Kota Ternate, karena stabilitas keamanan di daerah itu tidak terjamin.
Massa yang datang sejak pagi di Bandara Babullah tersebut berjumlah sekitar 500-an langsung menutup sebagian jalan, mencegat kehadiran Anas dan Edhie Baskoro, sebelum mengklarifikasi dua surat kepanitiaan yang direkomendasikan oleh DPP Partai Demokrat.
Setelah Anas dan Edhie Baskoro kembali ke Jakarta, maka massa yang mencapai ratusan orang pendukung Thaib Armaiyn langsung menuju ke Hotel Amara, tempat berlangsungnya Musda Partai Demokrat kubu Rahmi Husen dan Beni Laos.
Namun, massa yang datang untuk mencari sejumlah pendukung Rahmi Husen dan Beni Laos di Hotel Amara langsung dicegat oleh personel anggota Brimob Polda Malut.
Kendati telah menangkap satu orang tersangka dalam insiden upaya penyerangan anak presiden yang juga Sekjen DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, polisi belum mengungkapkan motif insiden itu.
Seperti diketahui, Ibas--nama sapaan Edhie Baskoro-dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum disebut diusir dari Ternate, Maluku Utara, setelah dicegat oleh massa pendukung Thaib Armaiyn di Bandara Babullah, Kamis (24/5).
"Memang ada masalah di internal partai tersebut sehingga kader partai melakukan pemukulan dan membuat I terluka. DK alias D telah jadi tersangka dan ditangkap serta seorang lagi dikejar. Kita masih terus ungkap motif dan latar belakang kasus ini," kata Kadiv Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, hari ini.
Kehadiran massa pendukung Thaib Armaiyn yang juga Gubernur Malut di Bandara Babullah membuat Anas dan Edhie Baskoro harus meninggalkan Kota Ternate, karena stabilitas keamanan di daerah itu tidak terjamin.
Massa yang datang sejak pagi di Bandara Babullah tersebut berjumlah sekitar 500-an langsung menutup sebagian jalan, mencegat kehadiran Anas dan Edhie Baskoro, sebelum mengklarifikasi dua surat kepanitiaan yang direkomendasikan oleh DPP Partai Demokrat.
Setelah Anas dan Edhie Baskoro kembali ke Jakarta, maka massa yang mencapai ratusan orang pendukung Thaib Armaiyn langsung menuju ke Hotel Amara, tempat berlangsungnya Musda Partai Demokrat kubu Rahmi Husen dan Beni Laos.
Namun, massa yang datang untuk mencari sejumlah pendukung Rahmi Husen dan Beni Laos di Hotel Amara langsung dicegat oleh personel anggota Brimob Polda Malut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




