Penonton Minta Inasgoc Transparan soal Distribusi Tiket

Rabu, 22 Agustus 2018 | 17:54 WIB
HS
WP
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: WBP
Suasana penjuaan tiket Asian Games 2018 di Istora Senayan Jakarta Rabu 22 Agustus 2018.
Suasana penjuaan tiket Asian Games 2018 di Istora Senayan Jakarta Rabu 22 Agustus 2018. (Beritasatu Photo/Hendro Situmorang)

Jakarta - Tiket pertandingan Asian Games 2018 di hari ke-4 pascapembukaan masih saja terus dikeluhkan masyarakat. Penonton kecewa, emosi dan marah kepada Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) yang dianggap tidak becus mengurus tiket khususnya final beregu putra badminton yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/8) pukul 18.00 WIB. Penonton meminta Inasgoc bertanggung jawab dan lebih transparan soal pendistribusian tiket.

Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana kian panas dengan teriakan dan upaya untuk merobohkan ticket box. Namun hal itu urung dilakukan karena pihak keamanan segera mencegahnya.

"Gimana kami tidak kesal dan emosi. Mau beli tiket secara online dinyatakan sudah sold out. Kami datang beli offline atau on the spot dibilang habis. Saya berangkat dari Bogor pukul 05.00 WIB dan sampai di Senayan jam 06.30. Antrean sudah 200 meter saja. Saat dibuka jam 08.00 WIB penonton berdesakan dan dalam waktu 20 menit saja dinyatakan habis," kata Robby Subrianto kepada SP, Rabu (22/8).

Parahnya, lanjut Robby, dia sempat ditawari tiket oleh calo dengan harga 3 kali lipat lebih tinggi. Untuk tiket kategori B senilai Rp 200.000 ditawari menjadi Rp 600.000. Sedangkan kategori A dari Rp 400.000 menjadi Rp 1,2 juta.

"Ya jelas saya tolak dan tak mau. Ini kok bisa calon merajalela. Bagaimana Inasgoc. Mereka tak kompeten jadi panitia. Mau dukung atlet berjuang aja dipersulit. Katanya kita masyarakat diminta dukung Asian Games, tapi mau dukung kok justru kami dibuat seperti ini. Jelas kami kecewa dan marah. Tapi tak bisa berbuat apa-apa juga akhirnya," ungkapnya kesal.

Ia menerima kabar bahwa tiket yang dijual panitia secara on the spot berjumlah 1.600 lembar untuk laga final Indonesia vs Tiongkok. Ia pertanyakan bagaimana mungkin tiket sebanyak itu habis dalam waktu 20 menit.

Yanti, penjual tiket box mengakui pihaknya hanya menjual 1.600 lembar tiket Indonesia vs Tiongkok di hari ini, dan semua sudah habus terjual. Menurutnya, 1 orang hanya diizinkan membeli maksimal 2 lembar tiket saja.

"Benar pak, tiket final Indonesia semua sudah terjual, kecuali tiket pertandingan negara lain masih ada. Tapi hanya orang luar negeri saja yang mau beli dan itu pun hanya sedikit," terang Yanti.

Direktur Ticketing Inasgoc, Sarman Simanjorang mengklaim tiket tak sampai ke tangan calo dan siap mundur jika di Istora Senayan kosong. Menurutnya venue tersebut memiliki kapasitas 7.600 bangku. Namun, sekitar 3.000 bangku disedikan untuk kebutuhan undangan, media dan lainnya.

Pihaknya hanya menjual 1.600 tiket secara offline atau on the spot dari sisa 4.600 tiket. Sisanya atau 3.000 tiket dijual secara online melalui Blibli.com. "Jadi, ini total yang bisa dijual 4.600 karena sisa-sisa yang lain termakan oleh broadcast, media, papan scoring dan teman-teman kita dari OCA. Sisanya 4.600 yang dijual," kata dia.

Sarman menegaskan tiket sebanyak 1.600 lembar memang sudah habis. Hal itu ditegaskan karena masih banyak penonton yang tidak percaya dan seolah-olah Inasgoc menutupi jumlah tiket yang sebenarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon