Usia Pasutri Lakukan Bayi Tabung Makin Muda
Minggu, 26 Agustus 2018 | 09:57 WIB
Jakarta - Apabila dahulu pasangan suami istri (pasutri) yang mengikuti program bayi tabung lebih banyak pada usia di atas 38 tahun, kini program itu banyak dijalani pasangan muda.
Ahli kandungan yang juga pakar bayi tabung Dr Ivan Sini SpOG mengatakan sudah 40 tahun program bayi tabung hadir di dunia. Hingga saat ini, sudah ada 6,5 juta anak yang lahir dengan program tersebut. Sedangkan di Indonesia, bayi tabung hadir mulai 1988. Semakin hari, animo masyarakat Indonesia terhadap program bayi tabung semakin diminati. Bahkan, telah menjadi kebutuhan bagi pasutri yang kurang subur seiring besarnya angka kejadian infertilitas.
"Infertilitas dialami oleh satu dari sembilan pasangan usia subur," ungkap Medical Director of Morula IVF Indonesia dr Ivan yang juga di sela konferensi pers Fertility Science Week di Jakarta, belum lama ini.
Jika dulu program bayi tabung lebih banyak dilakukan di usia 38-39 tahun dengan usia pernikahan 8-9 tahun, kini menjadi 35 tahun dengan usia pernikahan 4-5 tahun. "Pasutri yang ikut program bayi tabung diharapkan lebih. Sebab, usia juga memengaruhi tingginya keberhasilan program tersebut," papar dr Ivan.
Menurut dr Ivan, pada usia di bawah 40 tahun, keberhasilan bayi tabung akan semakin baik karena jumlah sel telur dan kualitas sperma masih bagus. Jika pasangan sudah di atas 40 tahun, tingkat keberhasilannya semakin rendah.
Namun di Australia, pasangan ideal program bayi tabung adalah 30-36 tahun dengan usia pernikahan 3 tahun. Sementara WHO mencatat peluang kehamilan bayi tabung bisa mencapai 32 persen. Sedangkan di Morula keberhasilanya mencapai 40 persen.
Namun dr Ivan menyayangkan masih rendahnya angka pasutri yang ditangani di Indonesia. Pada 2017, tercatat hanya sebesar 9.700 siklus pencapaian bayi tabung yang dilakukan di Indonesia. Angka tersebut masih sangat jauh dibandingkan angka infertilitas di Indonesia yang diperkirakan mencapai 250.000. Hal itu ditambah masih banyaknya pasutri yang lebih memilih melakukan program bayi tabung di luar negeri. Padahal teknologi dan standarisasi di Indonesia tidak kalah unggul dibandingkan negara tetangga.
Salah satu pasutri yang melakukan program bayi tabung pada usia muda adalah artis dan presenter Tya Ariestya (32 tahun). Ia bahkan mengikuti program bayi tabung sebanyak dua kali, untuk mendapatkan putra pertamanya bernama Muhammad Kanaka Ratinggang.
Tya mengaku mengikuti program bayi tabung karena ia mengalami polycystic ovary syndrome atau sindrom ovarium polikistik, yakni kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang di usia subur. Kondisi ini yang membuatnya menjadi sulit hamil secara alami.
"Menurut saya, bayi tabung enggak cocok disebut sebagai jalan terakhir, tapi lebih pada bagian ikhtiar," ucap istri dari Irfan Ratinggang yang mengaku telah menghabiskan ratusan rupiah untuk mengikuti program bayi tabung tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




