Terkait Karhutla, Sutopo Minta Maaf kepada Masyarakat Dayak

Rabu, 5 September 2018 | 10:42 WIB
SS
JM
Penulis: Sahat Oloan Saragih | Editor: JEM
Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Sutopo Purwo Nugroho  menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Adat Dayak Kalbar saat pelaksanaan dan penyelesaian hukum adat Dayak, berupa tradisi adat Capa Molot di Rumah Betang Pontianak, Selasa, 4 September 2018.
Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Adat Dayak Kalbar saat pelaksanaan dan penyelesaian hukum adat Dayak, berupa tradisi adat Capa Molot di Rumah Betang Pontianak, Selasa, 4 September 2018. (suara pembaruan/sahat oloan saragih)

Pontianak - Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) hususnya masyarakat adat Dayak. Permohonan maaf itu disampaikan terkait pers rilis Sutopo yang dimuat di salah satu media massa yang dinilai telah menyinggung masyarakat adat Dayak. Rilis itu menyebutkan bahwa tradisi gawai serentak salah satu penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Kalbar khususnya masyarakat Dayak yang telah menerima permohonan maaf saya. Sebab dengan diterimanya permohonan maaf saya, maka semua permasalahan yang berhubungan dengan adat Dayak sudah selesai," kata Sutopo kepada wartawan seusai mengikuti upacara adat capa molot, yaitu tradisi adat Dayak, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dilaksanakan di Rumah Betang Pontianak, Selasa (4/9).

Sutopo mengatakan, ia datang ke Pontianak sebagai bentuk penghormatan terhadap tuntutan Aliansi Masyarakat Dayak Kalbar, yang menuntutnya menyampaikan permohonan maaf, sekaligus mengikuti prosesi penyelesaian dan sanksi adat Dayak.
Dalam kesempatan itu, Sutopo mengatakan, tradisi gawai serentak tidak memiliki kaitan dengan kabut asap di Kalbar khususnya di Kota Pontinak.

Sutopo mengatakan pernyataannya kepada wartawan berasal dari berbagai sumber dan tidak bermaksud menyinggung perasaan masyarakat adat Dayak. "Atas nama pribadi dan sebagai Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, saya menyatakan tidak ada maksud menghina dan mencap bahwa tradisi gawai sebagai penyebab kabut asap. Tidak ada maksud lain selain hanya memberitakan upaya kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Sutopo mengatakan, adanya tulisan tradisi gawai serentak pada dasarnya mengacu pada laporan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan berita lainnya. "Adanya keterbatasan pengetahuan saya tentang kearifan lokal masyarakat Dayak yang selalu harmonis dengan alamnya menyebabkan kesalahan dan kehilafan saya dalam membuat rilis dan saya sebarkan ke media," katanya.

"Selanjutnya atas nama pribadi dan sebagai Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, saya menyadari kesalahan saya dan mencabut pernyataan itu, dan sekaligus menyatakan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Dayak. Tradisi gawai serentak di masyarakat Dayak merupakan pesta ritual sesudah panen sehingga tidak ada kaitan dengan kebakaran hutan dan lahan," kata Sutopo.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar Jakius Sinyor mengatakan, masyarakat Kalbar melalui DAD Kalbar menyatakan menerima permohonan maaf Sutopo.

"Permohonan maaf sudah disampaikan secara terbuka di depan para majelis adat dalam upacara penyelesaian sanksi adat capa molot di Rumah Bentang Pontianak, dan masyarakat Kalbar sudah menerima permintaan maaf Pak Sutopo," kata Jakius Sinyor seusai upacara adat tersebut.

Ia mengatakan, permohonan maaf itu sudah disampaikan Sutopo secara langsung dan dengan jiwa besarnya ia hadir secara langsung pada pelaksanaan hukum adat Dayak.

Selanjutnya dengan diterimanya permohonan maaf Sutopo tersebut, maka semua permasalahan adat Dayak terhadap Sutopo sudah selesai.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon