Panglima TNI Minta Komisi I Perhatikan Dana Kontingensi
Rabu, 5 September 2018 | 18:43 WIB
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengeluhkan tidak adanya dana kontingensi atau dana darurat bagi TNI. Padahal selama ini, TNI sering sekali bertugas dalam kondisi darurat, terutama terkait bencana alam.
"Kami tidak memiliki anggaran kontigensi. Padahal ini sangat penting bagi TNI," kata Hadi saat menghadiri rapat bersama Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/9).
Ia menjelaskan dalam bencana Gempa di Lombok misalnya, TNI mengadakan dana dari SAR yang berada di TNI. Keterbatasan dana menyebabkan pergerakan di lapangan tidak leluasa.
Contoh lainnya adalah pada saat terjadi wabah penyakit di Asmat, Papua. Saat itu, TNI mengerakan kapal, pesawat dan peralatan TNI lainnya. Namun dana yang digunakan bukan dana kontingensi.
"Bayangkan saja ketika terjadi wabah penyakit di Asmat, TNI mengerahkan beberapa kapal, pesawat pasukan di sana. Itupun kita bukan gunakan anggaran kontigensi. Kemudian TNI juga membantu masyarakat di Serang, kita kerahkan kekuatan TNI di sana. Itu juga enggak memakai anggaran kontigensi. Termasuk yang terakhir kemarin terjadinya bencaba alam gempa bumi di Lombok," jelas Hadi.
Dia berharap Komisi I dapat memperhatikan dana kontingensi tersebut. Pasalnya tugas TNI saat ini lebih banyak ke bantuan bencana darpada perang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




