Kunjungan Jokowi ke Korsel

Korsel Ingin Perkuat Hubungan Perdagangan dengan Indonesia

Senin, 10 September 2018 | 12:38 WIB
JA
B
Penulis: Jeanny Arylien Aipassa | Editor: B1
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Widodo (kiri) bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kedua kanan) dan Ibu Negara Korsel, Kim Jung-sook, saat upacara penyambutan di Istana Changdeokgung, di Seoul, Senin (10/9).
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Widodo (kiri) bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kedua kanan) dan Ibu Negara Korsel, Kim Jung-sook, saat upacara penyambutan di Istana Changdeokgung, di Seoul, Senin (10/9). (Dok SP)

Seoul - Korea Selatan (Korsel) ingin memperkuat hubungan perdagangan dengan Indonesia , dalam rangka menghadapi risiko dari perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang meningkat dan mengancam perekonomian dunia.

Pernyataan itu, disampaikan Juru Bicara Kantor Kepresidenan Korsel, Kim Eui-kyeom, menjelang pertemuan Presiden Korsel, Moon Jae-in dan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), di Istana Biru, Seoul, Senin (10/9). Jokowi tiba di Seoul, Minggu (9/9), untuk melakukan kunjungan kenegaraan hingga Selasa (11/9).

Kantor Kepresidenan Korsel, menyatakan kedua pemimpin negara akan melakukan pembicaraan yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi, dalam rangka melindungi masing-masing negara dari risiko perang dagang AS-Tiongkok.

Korsel memandang Indonesia sebagai negara kunci dalam "Kebijakan Selatan Baru" yang dibuat Presiden Moon, sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan pada AS, Tiongkok, jepang dan Rusia.

"Kedua pemimpin akan membahas bagaimana bekerja sama untuk memperkuat kemitraan strategis. Mereka akan bertukar pandangan tengtang perdagangan dan investasi, infrastruktur, pertanian, kesehatan, pertahanan, pembangunan dan pertukaran budaya," kata Kim, seperti dikutip kantor berita Yonhap, Senin.

Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan balasan selama tiga hari di Korsel, setelah sebelumnya Presiden Moon mengungunjungi Jakarta, pada November 2017. Kunjungan tersebut, juga bertujuan untuk menindaklanjuti kesepakatan kedua negara untuk meningkatkan hubungan bilateral dan "kemitraan strategi khusus".

Dalam kunjungan ke Indonesia tahun lalu, Moon menyampaikan "Kebijakan Selatan Baru", yang merupakan strategi pemerintahannya untuk meningkatkan hubungan perekonomian dengan anggota Perhimpunan Negara-Negara di Asia Tenggara (ASEAN). Moon berjanji akan menggandakan perdagangan Korsel dengan negara-negara ASEAN menjadi sebesar US$ 200 miliar pada 2020.

Sumber : AP/Yonhap News Agency



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon