Kebakaran di Gunung Sindoro Hanguskan Lahan 245 Hektar

Rabu, 12 September 2018 | 16:12 WIB
AH
B
Penulis: Aichi Halik | Editor: B1
Asap mengepul dari kebakaran hutan gunung Sindoro difoto dari Desa Sigedang, Kejajar, Wonosobo, Tengah, 8 September 2018.
Asap mengepul dari kebakaran hutan gunung Sindoro difoto dari Desa Sigedang, Kejajar, Wonosobo, Tengah, 8 September 2018. (Antara/Anis Efizudin)

Temanggung - Kebakaran hutan di lereng Gunung Sindoro, perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah, belum berhasil padam sejak Jumat (7/9) lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung menyebutkan, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 245,1 hektar, yang ditumbuhi beragam vegetasi berupa savana, akasia decuren, bintami, puspa dan sowo.

Vegetasi yang kering juga menyebabkan api mudah sekali meluas, bahkan sudah mengarah ke tenggara, masuk wilayah Desa Kwadungan Gunung dan ke selatan, ke wilayah Desa Kledung, Kecamatan Kledung.

Korlap SAR Daerah Jateng, Sutikno mengatakan, petugas SAR dan BPBD juga tengah berupaya mengamankan alat seismograf yang dipasang di kaki Gunung Sindoro.

"Di Sindoro ini ada alat seismograf yang dipasang di sana. Karena kalau alat vital itu sampai kebakar maka kita tidak bisa lagi memantau keaktifan Gunung Sindoro," kata Sutikno di posko SAR Gunung Sindoro, Rabu (12/9).

Menurutnya, titik api hanya berjarak kurang dari 200 meter dari alat pendeteksi gunung api milik PVMBG tersebut.

Upaya pemadaman cukup sulit dilakukan mengingat medan menuju lokasi yang terjal, dekat dengan puncak gunung Sindoro. Ditambah lagi, suhu udara yang panas disertai angin kencang menyebabkan api sulit dikendalikan.

Saat kebakaran terjadi tidak ada pendaki maupun masyarakat yang melakukan aktivitas di puncak gunung Sindoro. Namun demikian, seluruh jalur pendakian ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon