Ganjar-Yasin Fokus Bangun SDM dan Tingkatkan IPM

Rabu, 12 September 2018 | 17:37 WIB
ST
JS
Penulis: Stefi Thenu | Editor: JAS
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (kanan) melakukan salam komando usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 5 September 2018.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (kanan) melakukan salam komando usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 5 September 2018. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Semarang - Pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor inti dalam penyusunan program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng terpilih periode 2018-2023, Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen.

Terdapat dua garis inti yang digunakan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dalam penyusunan program kerja, kesehatan dan pendidikan.

Ganjar mengatakan, penentuan dua sektor tersebut merupakan hasil saringannya setelah menerima pemikiran dari sejumlah pakar. "Maka hal ini yang kita coba sampaikan, dan saya mendorong untuk pendidikan yang utama, jadi pembangunan SDM. Maka politik anggaran kita naikkan," kata Ganjar, Rabu (12/9).

Sektor pendidikan, misalnya, bantuan terhadap lembaga-lembaga pendidikan telah disiapkan. karena hal tersebut menjadi salah satu janji politik yang Ganjar dan gus Yasin sampaikan kepada masyarakat.

"Yang menjadi janji politik insyaallah kita siapkan, kita laksanakan. Termasuk mereka yang berada di pondok pesantren dan sebagainya," katanya.

Meski siap mengucurkan bantuan, Ganjar menggaris bawahi penambahan anggaran untuk pendidikan tersebut bukan sekadar untuk pembangunan fasilitas. Lebih jauh lagi, Ganjar menghendaki semakin kuatnya pembangunan pribadi masyarakat Jawa Tengah.

"Moral, etik, karakter yang coba kita bangun sebagai anak bangsa. Sehingga kita harapkan orang Jawa Tengah tidak gampang bermusuhan. Pintarnya itu secara emosional juga secara moral. Ini yang kita dorong di 2019 ini," katanya.

Untuk program kerja prioritas yang lain, Ganjar mengatakan akan terus fokus dalam penurunan angka kemiskinan. Meskipun dalam kepemimpinannya periode sebelumnya Jawa Tengah telah berhasil menjadi provinsi terbaik dalam penurunan angka kemiskinan se Indonesia.

"Sebenarnya dengan Gus Yasin kita sudah diskusi panjang. Problem Jawa Tengah masih kemiskinan, meskipun kemarin alhamdulillah penurunan kita terbaik se-Indonesia, tetapi masih kurang lah. Meski single digit. Pengembangan ekonomi rakyat masih menjadi prioritas. Ini yang coba kita dorong," katanya.

Tingkatkan IPM

Selama lima tahun memimpin Jateng bersama wagub Heru Sudjatmoko, banyak program yang sudah berhasil dicapai pemerintahan yang dipimpin Ganjar. Keberhasilan itu antara lain ditunjukkan dari pertumbuhan ekonomi Jateng yang lebih bagus dari nasional, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

"Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berfluktuasi positif dari 5,14 persen tahun 2013 menjadi 5,54 persen pada triwulan III tahun 2018. Angka ini lebih baik dibanding perekonomian nasional di periode yang sama, yakni 5,06 persen year on year," papar Ganjar.

Untuk capaian pengurangan kemiskinan per Maret 2018 sebesar 11,32 persen atau turun sebanyak 3,24 persen dari capaian awal Maret 2013, yaitu 14,56 persen. Dari angka tersebut, bisa dihitung, rata-rata penurunannya sebesar 0,65 persen per tahun. Sehingga, jika dilihat dari trendline kinerja penurunan kemiskinan Maret 2013 - Maret 2018, semakin baik. Bahkan pada Maret 2017 - Maret 2018 merupakan kinerja penurunan kemiskinan tertinggi selama periode lima tahun, yakni 1,69 persen.

"Jika dibandingkan provinsi lain di Indonesia, kinerja penurunan penduduk miskin di Jateng periode September 2017 sampai Maret 2018 merupakan yang tertinggi. Jumlahnya turun 300,29 ribu jiwa atau turun 0,91 persen," jelasnya.

Pada aspek pembangunan sumber daya manusia, indeksnya mengalami peningkatan dan termasuk dalam kategori tinggi. Pada 2017, IPM nya 70,52, naik 0,54 poin dari 2016 yang berada di angka 69,98. Tiap komponen pembentuk IPM, lanjut Ganjar, memang meningkat. Namun, yang masih perlu dipacu adalah rata-rata lama sekolah yang masih di angka 7,27 tahun.

"Memperhatikan segala capaian kinerja pembangunan, PR yang belum terselesaikan dan berbagai masukan serta pertimbangan para pakar selama ini, maka lima tahun ke depan pembangunan Jateng kami prioritaskan pada penguatan kualitas SDM," tandas dia.

Prioritas tersebut, sambung dia, juga didasarkan pada tantangan pembangunan yang semakin kompleks ke depan. Hanya kesiapan SDM berkualitas yang akan dapat menjawab tantangan tersebut. Karena itu, pihaknya berharap dewan bisa memberikan dukungan untuk meningkatkan anggaran pada sektor pembangunan SDM.

"Seiring penambahan anggaran pada sektor ini, kami akan memberikan lebih banyak lagi bantuan kepada lembaga-lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren dan sebagainya. Kami akan selalu mendorong bantuan yang diberikan bukan hanya untuk membangun fasilitas, tetapi juga penguatan karakter anak maupun masyarakat Jawa Tengah," tutupnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon