PKS Klaim Temukan 6,3 Juta Data Ganda dari DPT 2019

Rabu, 12 September 2018 | 18:39 WIB
YP
B
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: B1
Ilustrasi DPT
Ilustrasi DPT (Antara)

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menemukan 6,317 juta data pemilih ganda dari 185 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah disahkan KPU. Data 6,3 juta pemilih ditemukan PKS setelah melalukan penelusuran DPT yang diterima PKS pada 5 September 2018.

"Dari data yang diserahkan KPU itu, ditemukan kegandaan 6,317 juta dari total 185 juta DPT yang kita diterima. Kami sudah serahkan data tersebut kepada KPU untuk dilakukan pencermatan," ujar Wakil Direktur Data dan Informasi PKS Pipin Sopian di Jakarta, Rabu (12/9).

Pipin mengatakan analisis yang dilakukan PKS terhadap DPT ini sedikit berbeda dengan analisis terhadap 137 juta data pemilih dari daftar pemilih sementara (DPS). Kali ini, kata dia, pihaknya melakukan penelusuran menggunakan empat elemen, yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, tanggal lahir dan tempat lahir.

"Pada saat DPS, kita hanya analisi menggunakan tiga elemen, yaitu NIK, nama lengkap dan tanggal lahir. Sekarang ditambah tempat lahir, namun enam angka terakhir NIK ditutup. Kalau sebelumnya, hanya empat angka terakhir yang ditutup," ungkap dia.

Sebelumnya, PKS menemukan data ganda sebanyak 25 juta pemilih dari 137 data pemilih di DPS. Angka 25 juta diperoleh dengan menganalisis tiga elemen, yakni NIK dengan empat angka terakhir yang ditutup, nama lengkap dan tanggal lahir.

Pipin juga menegaskan upaya PKS mencermati DPT bukan semata demi kepentingan pemilu. Namun, kata dia, pihaknya mencermati dan mengontrol sejak awal DPT agar tidak terulang kasus pada pemilu 2014.

"Kami ingin ke depan DPT ini bersih sejak awal. Karena kami pengalaman 2014, ketika ada perbedaan suara 8.421.389 selisih antara Jokowi dan Prabowo, kemudian kami melakukan gugatan ke MK dan kami mempersoalkan DPT. MK mengatakan DPT sudah selesai ketika penetapan DPT oleh KPU. Ketika itu selesai ditetapkan, kita tidak bisa lagi menggugat itu, maka inilah waktunya di mana kita semua aware dengan DPT ini," pungkas dia. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon