Demokrat: Pilpres 2014 dan 2019, Posisi Jokowi dan Prabowo Terbalik
Kamis, 13 September 2018 | 15:22 WIB
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan membeberkan perbedaan Pemilihan Presiden (Pilpres) antara tahun 2014 dan 2019. Ia mengatakan, posisi Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto saat ini terbalik karena situasi dan kondisinya berbeda.
Pada Pilpres 2014, katanya, saat Jokowi masuk sebagai capres, posisinya masih membawa kertas putih polos, sedangkan Prabowo masuk dengan beberapa coretan. Namun di 2019 nanti ia menilai semuanya berbeda bahkan posisinya mulai berbalik.
"Presiden Jokowi sudah menuai banyak catatan yang dianggap rakyat itu wanprestasi. Tentunya akan ada subjektivitas di sini. Di sisi lain bukan protes, tapi keberhasilan bisa saja. Kertas putihnya sudah mulai penuh," ujar Syarief dalam diskusi bertajuk 'Isu Dua Kaki Demokrat Ganggu Parpol Koalisi' di Gedung DPR, Kamis (13/9).
Apalagi, katanya, ekonomi saat ini semakin sulit, terbukti dengan melemahnya kurs Rupiah. Hal tersebut, katanya, akan semakin memenuhi catatan untuk Jokowi. Sedangkan Prabowo, katanya, semula yang catatannya kecil justru tidak bertambah dan akan terlupakan karena sudah berbeda generasi. Ditambah lagi, banyak klarifikasi yang dinyatakan clear sehingga catatan Prabowo sudah terhapus.
"Posisinya terbalik. Justru itu Demokrat mengatakan dengan kesolidan dan koalisi Prabowo-Sandi, Insya Allah 2019 akan terjadi perubahan kepemimpinan nasional," katanya.
Pada Pilpres 2014 pula, katanya, Demokrat menjadi partai penyeimbang karena tidak sejalan dengan apa yang ada. Dalam artian, apabila kebijakan pemerintah baik, pihaknya mendukung dan jika tidak pihaknya akan memberikan masukan yang bersifat konstruktif untuk memperbaiki kinerja pemerintah.
Namun di tahun 2019, katanya, situasi dan kondisinya sudah berbeda lagi, termasuk waktu dan caranya juga berbeda. Kali ini, katanya, Demokrat solid mendukung Prabowo dan Sanidaga Uno kendati sebelumnya sudah meminta kepada seluruh kader akan dibawa kemana suara mereka di 2019 nanti.
"Ke depan, kami sudah jelas. Kami bersama-sama mengawal pemerintahan Prabowo-Sandi untuk bisa menyelesaikan masalah bangsa ini. Khususnya ekonomi, daya beli rakyat sangat prioritas dan esensial bagi bangsa sekarang. Kami akan kawal karena itu komitmen kami. Paling penting sekarang, menang di 2019," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




