Korsel dan Korut Sepakati Deklarasi Perdamaian
Rabu, 19 September 2018 | 15:33 WIB
Pyongyang -Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) menyepakati "Deklarasi Perdamaian". Deklarasi itu ditandatangani Presiden Korsel, Moon Jae-in, dan Pemimpin Korut, Kim Jong-un, di Pyogyang, Rabu (19/9).
Moon dan Kim mengadakan pertemuan pada Rabu pagi waktu setempat. Keduanya kemudian menandatangani Deklarasi Perdamaian, yang merupakan perjanjian untuk meredakan ketegangan di perbatasan kedua negara dan di Semenanjung Korea.
Dalam Deklarasi Perdamaian, kedua negara sepakat membentuk zona penyangga di dekat garis depan untuk menunda latihan artileri dan manuver lapangan, serta kesepakatan untuk menarik kembali pasukan militer dari 11 pos penjaga perbatasan, pada akhir tahun.
Ketika memberi keterangan pers bersama seusai pertemuan, Moon mengatakan, Korsel dan Korut sepakat menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea dan perbatasan kedua negara, tanpa kekuatan militer, dan bersih dari senjata nuklir.
Kedua negara setuju untuk mendirikan zona penyangga di Laut Kuning, guna menangguhkan tembakan senjata dan latihan maritim, serta zona larangan terbang di daerah perbatasan untuk mencegah bentrokan pesawat yang tidak disengaja.
"Kami bersumpah untuk mengakhiri permusuhan dan mengantar era baru perdamaian dan kemakmuran," kata Moon.
Dia juga memuji Kim yang setuju untuk membongkar situs nuklir milik Korut dengan pengawasan ahli internasional, seperti yang diinginkan oleh Amerika Serikat (AS), terkait perjanjian denukrilisasi.
Sumber : AFP/Reuters
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




