KPU: Tidak Ada Pengamanan Ekstra Pengundian Nomor Urut Capres
Jumat, 21 September 2018 | 14:40 WIB
Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengungkapkan pihaknya tidak melakukan pengamanan ekstra pada pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) yang dijadwalkan Jumat (21/9) pukul 20.00 WIB.
Menurut Arief, momentum pengudian nomor urut harus disambut dengan riang gembira secara tertib, aman dan damai. "Nggak (ada pengamanan ekstra). Biasa aja. ini kan momentum biasa saja yang semua orang harus menyambut dengan riang gembira," ujar Arief di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9).
Arief mengatakan, pengamanan khusus dilakukan jika situasi lalu lintas macet serta menghindari gesekan antara kedua pendukung. Dia berharap para pendukung tetap tertib sesuai aturan. "Jadi pengamanan, kalau menimbulkan kemacetan akan diamankan, untuk menghindari terjadinya gesekan, ya akan dijaga jaraknya," terang dia.
KPU sudah membatasi jumlah pendukung paslon yang masuk ke kantor KPU hanya 150 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 50 orang akan masuk ruang pengundian, di Lantai 2 Kantor KPU dan 100 orang berada di tenda di halaman KPU.
Adapun anggota parpol, kata Arief bergabung dengan tim pendukung. Pasalnya yang dihitung KPU adalah pendukung paslon presiden dan wakil presiden. "Hari ini kan yang punya acara bukan parpol, tapi paslon. partai ada di dalamnya. Makanya kami memberikan kuota silakan masing-masing paslon mengatur di internal mereka. kan banyak partai bergabung di situ, silakan diatur," terang dia.
Arief mengatakan KPU memberikan kesempatan kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno untuk berpidato usai pengambilan dan penetapan nomor urut. Kedua pasangan ini berpidato secara bergantian sesuai nomor urut.
"Kita berikan kesempatan untuk memberikan statement. Itu nanti dilakukan setelah selesai pengundian norut (nomor urut). Setelah pengundian norut bergantian, baik norut 1 dan norut 2," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




