Bentrok Mahasiswa di Medan, 13 Orang Terluka

Jumat, 21 September 2018 | 20:32 WIB
FA
YD
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: YUD
Ilustrasi bentrokan
Ilustrasi bentrokan

Jakarta - Aksi demonstrasi antara massa pro dan kontra Jokowi di depan gedung DPRD Sumatera Utara Kamis sore (20/9) berakhir ricuh.

Dari kejadian tersebut sebanyak 13 orang mengalami luka-luka. Rinciannya ada sembilan mahasiswa dan sisanya adalah polisi.

Hal ini dikatakan oleh Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta Kamis malam.

Menurutnya kejadian ini bermula sekitar pukul 11.58 WIB saat Aliansi Pergerakan Mahasiswa Bersatu Se Kota Medan menggelar aksi.

Jumlah massa sekitar 200 orang dengan sasaran aksi di DPRD Sumut. Mereka ini mahasiswa berbagai kampus dan elemen seperti dari Universitas Sumatera Utara (USU), UISU, UMSU, KAMMI Medan, dan HMI Medan.

"Mereka membawa berbagai poster dan spanduk antara lain. Media televisi terlalu tipis untuk meliput kami, turunkan Wali Kota Medan karena banjir, dan kritik pada pemerintahan Jokowi," lanjut Dedi.

Saat yang sama ada aksi dari Komunitas Masyarakat Cinta NKRI yang juga melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu masuk DPRD Sumut dengan jumlah massa 150 orang.

"Pukul 14.49 WIB terjadi keributan antara kedua belah pihak massa demonstran dengan saling melempar batu sehingga dilakukan tahapan pengendalian massa oleh polisi," sambung Dedi.

Polri akhirnya membubarkan kedua massa. Tercatat korban luka-luka dari kedua kubu dan juga dari personel Polri. Rinciannya enam mahasiswa dibawa ke RS Bhayangkara Poldasu.

Ini ditambah tiga orang dari elemen Komunitas Masyarakat Cinta NKRI dan empat personil Polri.

"Mahasiswa yang melakukan pengerusakan mobil dinas kepolisian saat ini diamankan ke Sat Reskrim Polrestabes Medan. Jumlahnya ada dua orang," pungkas Dedi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon