Jakpro Kejar Suntikan Modal LRT Fase II pada APBD 2019
Senin, 24 September 2018 | 11:22 WIB
Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Jakpor), BUMD DKI Jakarta, bakal mengajukan kembali suntikan modal Rp 2,3 triliun untuk pembangunan kereta api ringan (light rail transit/LRT) fase II dan rumah uang muka (down payment/DP) nol rupiah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019, setelah usulan itu ditolak Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI dalam APBD Perubahan (APBDP) 2018.
"Kami bakal mengajukan lagi karena surat penugasan untuk kami tidak dicabut," kata Dirut PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto di Jakarta, Senin (24/9).
Jakpro meyakini ditolaknya dana penyertaan modal daerah (PMD) Rp 2,3 triliun APBDP 2018 bukan disebabkan persoalan substansi, melainkan terganjal Perda PMD yang membatasi Jakpro menerima suntikan modal maksimal Rp 10 triliun. Perda ini harus direvisi terlebih dulu karena Jakpro sudah menerima PMD hampir mencapai batas maksimal.
Dwi mengakui, ditolaknya PMD dalam APBDP mengakibatkan proses pembangunan LRT fase II Velodrome-Tanah Abang terhambat. Namun dia mengingatkan ada bagian yang lebih penting dari masalah pendanaan yakni, revisi rencana induk perkeretaapian untuk memastikan trase antara LRT, mass rapit transit (MRT) dan commuter. "Setelah itu, baru kita cari pendanaannya. Bisa menggunakan skema Build-Operate-Transfer (BOT) atau Build-Transfer-Operate (BTO)," katanya.
Dirut PT LRT Jakarta Allan Tandiono tidak mau berbicara banyak ketika disinggung dengan tidak adanya suntikan modal, pembangunan LRT praktis mentok di trase Kelapa Gading-Velodrome saja, tidak berlanjut ke Tanah Abang di 2018 ini. "Sesuai dengan penugasan, kami hanya fokus pada perawatan dan pengoperasian saja. Kalau mengenai pembangunan di luar wilayah kami," jelasnya.
Gubernur Anies Baswedan menyayangkan ditolaknya bantuan modal untuk Jakpro membangun LRT fase II dan rumah DP nol rupiah di dua wilayah. Tanpa adanya dukungan modal, Anies memastikan program tersebut sulit untuk direalisasikan. "Bisa mandek. Sudah pasti itu. Otomatis. Sangat disayangkan sikap dewan seperti itu," kata Anies.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




