Filipina Berlakukan Larangan Sementara Penambangan Emas

Senin, 24 September 2018 | 15:31 WIB
NW
B
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: B1
Tim penyelamat terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban, di Naga, Filipina bagian tengah, setelah tanah longsor besar yang dipicu hujan lebat, pada Jumat (21/9). Pemerintah setempat telah mengevakuasia warga secara paksa dan melarang penambangan di wilayah itu untuk sementara waktu.
Tim penyelamat terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban, di Naga, Filipina bagian tengah, setelah tanah longsor besar yang dipicu hujan lebat, pada Jumat (21/9). Pemerintah setempat telah mengevakuasia warga secara paksa dan melarang penambangan di wilayah itu untuk sementara waktu. (Dok SP)

Manila - Pemerintah Filipina memberlakukan larangan sementara penambangan emas, menyusul dua bencana longsor utama yang terjadi pekan lalu. Insiden terakhir itu telah menewaskan lebih dari 45 orang saat sisi pegunungan tiba-tiba runtuh di kepulauan Cebu.

Penduduk setempat merasa kecewa karena pemerintah mengabaikan peringatan mereka tentang tambang batu yang disebut menjadi penyebab longsor. Mereka mempertanyakan kegagalan pemerintah untuk melindungi warga dari bencana tersebut.

Longsor telah memicu perdebatan untuk mengakhiri penambangan emas skala kecil di kawasan itu. Hampir selama seminggu, tim pemulihan dan para sukarelawan bersusah payah menjelajahi lokasi longsor di sebuah pertambangan di Ucab, dekat Kota Baguio, yang terdampak parah oleh Topan Mangkhut. Lebih dari 20 jenazah berhasil ditemukan dari lokasi tambang emas liar, sedangkan longsor lain di kawasan pegunungan telah menewaskan puluhan lebih orang.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan untuk menutup penambangan skala kecil yang membentang di pegunungan kaya emas Cordillera di Luzon. Bagaimana pun, langkah itu tetap saja menuai pro-kontra karena sebagian besar masyarakat di sana bergantung mata pencaharian pada penambangan.

"Kami sedang mengambil langkah untuk menyiapkan beberapa proyek bagi orang-orang di sini dalam memulai hidup yang baru. Selain dari mineral bawah tanah, kita juga bisa menanam tanaman pertanian,"
kata Gubernur Ifugao, Pedro Mayam-o, yang menjadi daerah asal dari banyak penambang.

400 Tahun
Pegunungan Cordillera telah menjadi lokasi penambangan emas selama lebih dari 400 tahun. Lokasi itu telah menjadi kawasan utama penambangan Filipina. Namun, longsor dan lubang penambangan kerap kali terjadi di daerah tersebut saat situasi hujan deras.

Perusahaan-perusahaan besar masih mendominasi industri tambang Filipina. Tapi, penambangan berskala kecil masih tetap ada di pedesaan Ucab dimana longsor terparah terjadi, dengan mempekerjakan ribuan orang. Beberapa tambang juga mendapatkan kritik dari kelompok HAM internasional karena mempekerjakan anak-anak.

"Banyak dari mereka tidak memiliki pekerjaan, jadi di sini, tambang mendukung keluarga mereka," kata Maria Reyes yang sedang menunggu berada di Ucab untuk menunggu kabar kerabatnya yang hilang akibat longsor terbaru.

Untuk saat ini, perintah pemerintah pusat untuk menangguhkan operasi tambang berskala kecil masih berlaku. Para pejabat setempat tidak bisa menyebut kapan hal itu akan ditetapkan secara permanen, tapi mereka berjanji untuk mematuhinya.

Namun, dengan banyaknya kekayaan di bawah tanah dan tidak banyak kesempatan ekonomi di wilayah penambangan, maka pencarian emas diperkirakan akan terus berlangsung.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon