Jangan Salahkan Kubu Jokowi Saat SBY Walk Out

Senin, 24 September 2018 | 20:26 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding. (Antara/Anis Efizudin/Anis Efizudin)

Jakarta - Sekjen DPP PKB, Abdul Kadir Karding menilai, tidak adil bila keputusan Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), keluar (walk out) dari barisan karnaval kampanye damai, Minggu (23/9), disalahkan kepada para pendukung Jokowi.

Menurut Karding, dirinya memimpin rombongan karnaval PKB ketika berpapasan dengan SBY yang balik dari karnaval itu. Diakuinya, memang ada kesepakatan KPU dengan pasangan calon bahwa tidak boleh membawa atribut.

"Itu sudah dijalankan KPU. Memang di lokasi deklarasi damai itu tidak ada atribut partai. Yang ada atribut hanyalah di luar lokasi kampanye damai. Itu pun spontanitas dukungan dan semangat dari paslon, termasuk dari paslon Jokowi-Kiai Maruf," kata Karding, Senin (24/9).

Ia melanjutkan, memang ada sorak sorai dan teriakan. Namun, teriakan semangat itu hanya berbunyi 'Jokowi lagi, Jokowi lagi'. Jadi, sama sekali tidak menyangkut pribadi atau kelemahan-kelemahan dari Pak SBY. "Itu yang saya pahami. Sehingga, menurut saya tidak ada masalah," imbuhnya.

Karding mengaku mengikuti proses kampanye damai sampai selesai. Sepanjang jalan, yel yel kegembiraan dan suka cita dikumandangkan. Masyarakat pun begitu senang, sehingga dia ikut larut menikmatinya. Hal yang berbeda terjadi pada SBY yang tak menikmati, hingga akhirnya walk out.

"Sepanjang itu di luar lokasi yang ditentukan KPU, boleh saja partai pendukung atau relawan membawa atribut atau apa saja, sepanjang itu tidak bertentangan dengan peraturan yang ada," kata Karding.

"Sehingga menurut saya tidak bijak juga kalau isu ini kemudian menimpakan kesalahan, seakan-akan membangun persepsi publik Kubu Jokowi tidak fair. Sekali lagi, itu tidak bijak," tandasnya.

SBY walk out dari arena kampanye damai karena dia melihat ada bendera parpol dan pendukung di sekitar lokasi acara kampanye damai di Monas. Belakangan, diketahui bendera itu adalah bendera relawan DPP Projo, dan sebenarnya berada di luar arena acara.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon