Gelar Laksamana Muda untuk Neno Warisman Tak Penuhi Syarat

Senin, 1 Oktober 2018 | 16:16 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Tokoh muda Aceh Thamren Ananda
Tokoh muda Aceh Thamren Ananda (Istimewa/Istimewa)

Jakarta - Tokoh muda Aceh, Thamren Ananda mengkritik gelar Laksamana Muda Cut Nyak Dien untuk penggerak #2019GantiPresiden Neno Warisman. Menurut dia, gelar untuk tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno itu merupakan tindakan ceroboh yang mencederai nilai-nilai sejarah masyarakat Aceh.

"Pemberian gelar kepada Neno itu telah menginjak-injak nilai historis masyarakat Aceh," ujar Thamren di Jakarta, Senin (1/10). Dia lantas memberi sejumlah alasan untuk memperkuat argumentasinya guna mempersoalkan gelar untuk Neno.

Pertama, katanya, mekanisme pemberian gelar di Aceh kepada sesorang sudah diatur melalui lembaga Wali Nanggroe. "Yang berhak memberikan gelar juga Wali Nanggroe," sebutnya.

Kedua, untuk memberikan gelar kepada sesorang harus melalui proses yang panjang, terutama untuk meneliti rekam jejak penerimanya. "Si penerima gelar memiliki attitude, rekam jejak, serta kontribusi yang nyata terhadap pembangunan masyarakat Aceh," tuturnya.

Oleh karena itu, Thamren mempertanyakan motivasi di balik pemberian gelar untuk Neno. "Karena penerimanya tidak memenuhi kedua syarat itu," tegasnya.

Dia menyarankan panitia yang memberi gelar tersebut segera mencabut gelar untuk Neno, sekaligus meminta maaf kepada masyarakat di Bumi Serambi Mekah itu. Sebab, pemberian gelar itu merupakan tindakan ceroboh yang hanya didasari motif memburu kekuasaan.

"Semoga ke depan tidak ada lagi tindakan ceroboh seperti itu demi mengejar kekuasaan. Kalau ingin mendapatkan kekuasaan jangan pernah melakukan tindakan yang mencederai nilai-nilai historis masyarakat Aceh," ujarnya.

Sebelumnya, Neno berada di Aceh, Minggu (30/9), untuk mengukuhkan komunitas #2019PrabowoSandi di Gedung Haji Yusriah Lampeneurut, Aceh Besar. Dalam acara itu, Neno yang didampingi Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, TA Khalid dan mantan Panglima GAM Muzakir Manaf selaku Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno menerima gelar kehormatan "Laksamana Muda Cut Nyak Dien" dari Raja Meureuhom Daya, Saifullah.

Sebelumnya, pegiat sejarah Aceh, Mizuar Mahdi juga mengecam penyematan gelar kehormatan "Laksamana Muda Cut Nyak Dien" kepada Neno Warisman. Sebab Neno dinilai tidak pantas. Mizuar mengatakan, gelar Laksmana itu kepangkatan dan berurusan dengan kemaritiman. Kemudian, Cut Nyak Dien itu pejuang yang berperang melawan Belanda.

Sementara, Neno Warisman, dalam pandangannya, tidak memiliki dua hal yang disebutnya tadi. Neno Warisman tidak pernah memimpin armada maritim, juga tidak pernah berperang melawan Belanda. Karena itu, dalih bahwa pemberian gelar itu hanya karena aktivis perempuan itu dinilai sebagai sosok wanita pemberani, tidaklah cukup.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon