Wiranto: Daerah Terisolasi Sudah Berhasil Dibuka

Selasa, 2 Oktober 2018 | 10:08 WIB
RW
YD
Penulis: Robertus Wardi | Editor: YUD
Menko Polhukam, Wiranto (kiri), saat meninjau korban gempa di Palu, bersama Presiden Joko Widodo.
Menko Polhukam, Wiranto (kiri), saat meninjau korban gempa di Palu, bersama Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO)

Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengemukakan sejumlah wilayah di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terisolasi akibat gempa sudah mulai dibuka dan dapat diakses. Jalur darat sudah dapat dilalui oleh masyarakat sehingga memudahkan bantuan disalurkan kepada korban.

"Sekarang daratnya sudah baik. Sekarang tak terisolasi, daratnya sudah bisa," ‎kata Wiranto di Kementerian Polhukam, Jakarta, Senin (1/10).

Ia menjelaskan gempa Palu belum termasuk bencana nasional. Pasalnya pemerintah daerah (Pemda) masih berjalan. Kantor polisi dan TNI juga masih aktif. Status bencana nasional ditetapkan jika Pemda Propinsi maupun kabupaten/kota tidak berfungsi.

"Cukup, cukup berfungsi. Saya sudah ketemu gubernur sendiri. Dari kemarin sudah aktif, tapi aktif dalam artian fokus penanganan bencana. Bencana nasional dinyatakan jika daerah enggak berfungsi, seperti di Aceh dulu. Ini gubernur masih sehat, kantor masih ada, staf masih ada, hanya shok sebentar. Penanganan tetap di daerah, pemerintah pusat sebagai pendamping, seperti di Lombok," jelas Wiranto.

Terkait jumlah korban, Wiranto belum mengugkap data pastinya. Dia hanya menyebut jumlah korban masih terus bertambah.

"Korban yang dilaporkan bertambah karena masih banyak yang belum dilaporkan. Masih banyak yang dibawah puing yang belum dapat dievakuasi karena belum ada alat berat. Dengan alat berat yang sudah dimobiliasi dari para pengusaha tambang, perkebnunan dan pengusaha-pengusaha pembangunan real estate, sudah ada kira-kira lebih dari 20 excavator termasuk bulldozer. Sebelumnya hari pertama saya ke Palu hanya ada 2 excavator," tutur Wiranto.

Dia menambahkan total pengungsi sementara 59.450 orang. Mereka terkumpul di 109 lokasi.

"Ini butuh tenda, butuh makan, air bersih, MCK (mandi, cuci, kakus). Karena angkutan itu yang efektif adalah angkutan udara maka kita sangat butuhkan bantuan angkutan udara priorotas kita. Meskipun angkutan darat berangsur-angsur datang karena sudah dipulihkan Menteri PU dan Perumahan Rakyat," tutup Wiranto.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon