Jokowi: Bantuan Asing Berdasarkan Kebutuhan

Selasa, 2 Oktober 2018 | 13:08 WIB
NL
WP
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: WBP
Sejumlah toko dan gudang rusak akibat diterjang gempa dan tsunami berkekuatan 7,4 SR di kawasan Pergudangan Kabupaten Donggala, 1 Oktober 2018.
Sejumlah toko dan gudang rusak akibat diterjang gempa dan tsunami berkekuatan 7,4 SR di kawasan Pergudangan Kabupaten Donggala, 1 Oktober 2018. (Antara/Amirullah)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, penerimaan bantuan internasional untuk penanganan bencana alam dan tsunami di Sulawesi Tengah berdasarkan kebutuhan di lapangan. Saat ini, bantuan yang sangat dibutuhkan adalah tenda, logistik, dan penanganan kesehatan.

Presiden Jokowi telah memerintahkan Menko Polhukam Wiranto selaku koordinator penerimaan bantuan dari negara-negara sahabat seperti Australia, Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, Maroko, Korea Selatan, Uni Eropa, Tiongkok, Singapura, Turki, Filipina, dan Swiss.

"Saya juga menyampaikan bahwa bantuan luar negeri kita terima. Dan, bantuan yang ada disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Saya minta nanti Pak Menko Polhukam menyampaikan kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan," kata Presiden Jokowi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (2/10).

Ia mengatakan, saat ini banyak telepon dari pemimpin negara-negara sahabat yang menanyakan tentang kebutuhan apa saja yang diperlukan di lapangan.

"Kemarin (Senin, 1 Oktober 2018), Raja Salman dari Arab Saudi menelepon langsung kepada saya. Presiden Turki juga menelepon langsung, dan Perdana Menteri Australia juga. Saya kira, segera saja. Kalau bisa hari ini (Selasa,2 Oktober 2018) disampaikan kepada mereka kebutuhan-kebutuhan yang kita butuhkan di lapangan, terutama tenda-tenda yang saya lihat sangat kurang, " kata Presiden Jokowi.

Ia juga berharap negara-negara sahabat dapat menyalurkan bantuan seperti logistik yang sangat dibutuhkan para pengungsi.

"Pada hari ini (2 Oktober 2018) atau besok (3 Oktober 2018) sudah melimpah di sana (Sulawesi Tengah). Dan, tentu saja obat-obatan agar kita tidak kekurangan. Hal-hal lain yang dibutuhkan agar hari ini bisa kita putuskan, dan kita sampaikan pada negara-negara yang ingin membantu," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon