Bengkulu Kembangkan 14.000 Hektare Tanaman Jagung

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 12:49 WIB
U
FB
Penulis: Usmin | Editor: FMB
Petani jagung pipil.
Petani jagung pipil. (Antara/Aswaddy Hamid)

Bengkulu - Untuk menjamin ketersedian pangan yang cukup, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Bengkulu pada tahun 2018 in telah mengembangkan tanaman jagung seluas 14.000 hektare di sejumlah kabupaten.

"Ada 14.000 hektare tanaman jagung kita tanam di lahan masyarakat. Tanaman jagung seluas ini tersebar di sejumlah kabupaten di Bengkulu," kata Kepala Dinas TPHP Bengkulu, Ricky Gunarwan kepada SP dan Beritasatu.com, di Bengkulu, Sabtu (13/10).

Bibit jagung yang ditanam petani di atas lahan seluas 14.000 hektare itu, diberikan secara cuma-cuma atau gratis oleh Dinas TPHP Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan agar petani tidak mengeluarkan biaya besar dalam pengembangan tanaman jagung tersebut.

Bibit jagung gratis dari Dinas TPHP Bengkulu itu, katanya disalurkan kepada petani melalui kelompok tani setempat. Hal ini dilakukan agar penyaluran bantuan bibit jagung tersebut tepat sasaran.

Dalam melaksanakan program penanaman jagung di sejumlah kabupaten di Provinsi Bengkulu, Dinas TPHP setempat bekerja sama dengan TNI di daerah ini.

"Dalam menyukseskan program pengembangkan tanaman jagung di Bengkulu, kita bekerja sama dengan TNI. Alhamdulillah kerja ini berjalan baik dan target penanaman jagung dapat kita realisasikan dengan baik," ujarnya.

Dia menanambahkan, penanam jagung di lahan petani ini dimaksudkan untuk meningkatkan produksi jagung di Bengkulu, dan sekaligus menjaga ketahanan pangan di daerah ini.

"Ketahanan pangan di Bengkulu, perlu kita jaga dengan baik, sehingga masyarakat yang membutuhkan bahan pangan, seperti beras, jagung dan kedelai, serta bahan pangan lain tidak ada masalah karena persediaannya cukup," ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Perkebunan dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu menjelaskan, pihaknya juga mengembangkan tanaman cabai di beberapa kabupaten di Bengkulu, guna meningkatkan produksi bahan baku membuat sambal tersebut.

Petani yang dilibatkan dalam pengembangan tanaman cabai tersebut, selain diberikan bibit cabai gratis juga dibantu pupuk dan pestisida. Hal ini dilakukan agar petani di Bengkulu, bergairah menanam cabai.

Sedangkan tujuan dari pengembangan tanaman cabai tersebut, agar produksi cabai di Bengkulu meningkat, sehingga kebutuhan masyarakat dapat diatasi dengan harga terjangkau.

"Kita berharap program penanaman cabai di lahan masyarakat berlangsung sukses, sehingga produksi cabai di Bengkulu, melimpah dan harga stabil. Dengan demikian, masyarakat tidak mengeluhkan harga cabai yang tinggi," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon