Kapasitas Pembangkit Panas Bumi Naik 95 MW
Senin, 15 Oktober 2018 | 17:58 WIB
JAKARTA – Kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi (PLTP) nasional bakal bertambah 95 megawatt (MW) sampai akhir tahun ini. Tambahan ini berasal dari dua proyek yang akan mulai operasi di kuartal keempat ini.
Direktur Panas Bumi Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nuryatin Finahari mengatakan, sampai September lalu, kapasitas terpasang PLTP di Indonesia tercatat sebesar 1.948,5 MW. Kapasitas terpasang ini akan bertambah sampai akhir tahun ini.
"Rencananya ada tambahan di Desember sebesar 95 MW," kata dia dalam pesan pendeknya kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.
Tambahan kapasitas ini disebutnya berasal dari dua proyek panas bumi. Pertama, PLTP Lumut Balai Unit 1 dengan kapasitas 55 MW yang dikerjakan oleh PT Pertamina Geothermal Energi. Kedua, PLTP Sorik Merapi 40 MW yang digarap oleh PT Sorik Marapi Geothermal Power. Sehingga, di akhir tahun, kapasitas PLTP nasional akan menjadi 2.043,5 MW.
Sebelumnya, Direktur Utama PGE Ali Mundakir mengatakan, uji coba (commissioning) PLTP Lumut Balai 1 dijadwalkan bisa dilakukan pada Oktober. "Comissioning mulai disinkronkan satu sama lain. Setelah ini bagus, kami sinkron dengan PLN. Nah, itu baru COD (commercial on date/beroperasi secara komersil), mudah-mudahan Desember," kata dia.
Saat ini, lanjutnya, kapasitas terpasang panas bumi PGE telah mencapai 617 MW, termasuk uap panas bumi dan listrik. Dengan tambahan Lumut Balai Unit 1, maka kapasitas terpasang perusahaan akan naik menjadi 672 MW pada akhir tahun ini.
Dengan kapasitas 2.043,5 MW, Indonesia telah melampaui kapasitas terpasang PLTP di Filipina yang mencapai 1.870 MW. Meski begitu kapasitas PLTP masih terus ditingkatkan. Pasalnya sesuai roadmap Kementerian ESDM, kapasitas terpasang PLTP ditargetkan mencapai 3.559,5 MW pada 2021. Target ini sama saja menggeser posisi Amerika Serikat yang memiliki kapasitas terpasang 3.450 MW atau terbesar di dunia. Hal ini dengan asumsi Amerika Serikat tidak menambah kapasitas PLTP yang dimilikinya.
Kapasitas PLTP ini akan terus ditingkatkan hingga mencapai 7.200 MW pada 2025. Hal ini guna mencapai target bauran energi 2025 di mana porsi energi baru terbarukan telah ditetapkan sebesar 23%. Tambahan kapasitas PLTP baru akan signifikan setelah 2019 lantaran pengembangannya butuh waktu sekitar tujuh tahun.
Menurut Ida, pemerintah baru saja menyerahkan surat penugasan survey pendahuluan dan eksplorasi (PSPE) kepada enam perusahaan dan penugasan pengusahaan panas bumi tiga WKP kepada PLN.
Penugasan PSPE yakni diberikan kepada PT Star Energy untuk Blok Gunung Hamiding dan Suoh Sekincau Selatan, PT Hitay Energy untuk Tanjungsakti dan Geureudong, PT EDC Indonesia untuk Graho Nyabu, PT Optimas Nusantara Energi untuk Simbolon Samosir, PT Sumbawa Timur Mining untuk Hu’u Daha, serta PT Ormat Geothermal Indonesia untuk Klabat Wineru. (*)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




