Penemuan 4 Anak Peluru di DPR Berasal dari 1 Senjata
Kamis, 18 Oktober 2018 | 12:10 WIB
Jakarta - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, memastikan penemuan empat anak peluru, di Gedung Nusantara 1, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, berasal dari senjata yang sama.
"Sama. Kami sudah periksa di Puslabfor, sudah diperbandingkan, ditembakkan (lagi) sudah. Hasilnya semua itu dari satu senjata Glock 17 yang kemarin itu," ujar Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Pusat Laboratorium Forensik Polri Komisaris Besar Polisi Ulung Kanjaya, Kamis (18/10).
Dikatakan, diduga setidaknya ada lima tembakan yang menyasar Gedung Nusantara 1, namun polisi baru menyita empat butir anak peluru di tempat kejadian perkara (TKP). Seperti di Lantai 16 Ruang 1601 (ruang kerja anggota DPR RI Wenny Warouw), Lantai 13, Ruang 1313 (ruang anggota DPR Bambang Heru Pramono), Lantai 10, Ruang 1008 (ruang anggota DPR Vivi Sumantri Jayabaya), dan di Lantai 9.
"Itu ada lima tembakan, tapi yang ketemu empat (anak peluru). Jadi yang di Lantai 20 (Ruang 2003 ditempati anggota DPR Totok Daryanto) itu nggak tembus, cuma pecah kacanya, pelurunya jatuh ke bawah. Hilang mantul-mantul, mungkin disapu sama tukang pembersih di DPR itu. Kita cariin nggak ketemu. Yang empat dapat, karena tembus. Dari empat itu, diuji coba senjata yang dipakai untuk dibandingkan dengan anak peluru yang ditemukan di TKP. Ternyata kalibernya sama, garis-garis sidik jari senjatanya sama, anak pelurunya sama semua. Berarti dari satu senjata itu ditembakkan," ungkapnya.
Ia menuturkan, diduga tersangka IAW memasukan lebih dari empat peluru ke dalam magazine pada saat akan menembak. Namun, pada saat interogasi dia hanya mengaku memasukan empat peluru.
"Kemungkinan empat lebih, tapi dia ngomongnya sama polisi cuma empat. Mungkin karena dia lupa. Satu magazine yang Glock ini kan bisa diisi sampai 17, kan Glock 17. Pelurunya kalau diisi full 17 peluru. Cuma waktu dia ngisi mungkin lupa empat atau lima atau lebih. Tapi bilangnya ke penyidik kan empat, tapi kenyataannya ada lima tembakan," katanya.
Menyoal ada kemungkinan peluru lain yang nyasar, Ulung belum bisa memastikannya. "Kami belum tahu, soalnya ruangan punya DPR itu kan nggak bisa (sembarangan periksa), itu privat kan. Jadi itu tembakan hari Senin juga, cuma di DPR itu kan masing-masing ruang nggak semuanya memeriksa karena dia kan ada yang di kantor, ada yang pergi keluar. Baru laporannya setelah dia masuk lagi, jadi terlambat dia laporin ke polisi," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




